Memilah-milah Hukum Allah adalah Sumber Bencana

Banjarmasin, (shautululama) – “Kerusakan di muka bumi ini, bencana demi bencana, musibah demi musibah, dikarenakan maksiat kepada Allah SWT. Dan kita maklumi maksiat terbesar adalah tidak diterapkannya hukum Allah secara total, secara menyeluruh, dalam kehidupan saat ini.”

Pernyataan tersebut disampaikan GURU Abdul Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Inqilabi, Martapura, Kalimantan Selatan dalam acara Multaqa Ulama ASWAJA Kalimantan, di hari ke-22 Ramadan, Jumat (15/5) kemarin mengingatkan, jangankan mengingkari atau menolak untuk menerapkan hukum Allah SWT, memilih-milih saja diantara hukum Allah, sudah menjadi sumber masalah.

Dalam diskusi para ashab al fa’aliyyah, para Ulama dari empat provinsi di Kalimantan tentang “Masa Depan Dunia Pasca Pandemic Corona” ini, Guru Abdul Hafidz mengawali dengan surah Ar Rum ayat 41 yang artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”.

“Ulama tafsir Imam Ibnu Katsir menafsirkan, dengan sebab kemaksiatan, Syekh Nawawi al Bantani dalam Tafsir Marah Labit juga menafsirkan dengan sebab usaha perbuatan manusia, yakni perbuatan maksiat yang mereka lakukan,” ujarnya dalam acara yang disiarkan secara live melalui channel Ulama Gurunda Tv.

Demikian pula para ulama-ulama tafsir menjelaskan, pada intinya kerusakan di muka bumi ini, bencana demi bencana, musibah demi musibah, dikarenakan maksiat kepada Allah SWT.

“Dan kita maklumi maksiat terbesar adalah tidak diterapkannya hukum Allah secara total, secara menyeluruh, dalam kehidupan saat ini,” tambahnya.

Saat ini yang terjadi adalah memilih-milih hukum Allah SWT. Sebahagian diambil, seperti ibadah mahdah, pernikahan dan muamalah. Tetapi hukum Allah SWT dalam masalah ekonomi, politik, hudud, jinayat ditinggalkan.

“Jangan sampai perilaku kita ini seperti ahlul kitab, mereka mengatakan, ‘kami beriman dengan sebagian dan kami ingkar dengan sebagian’. Kalau sudah demikian apa yang didapatkan, berbagai macam masalah, mendapatkan kehinaan di dalam kehidupan dunia,” terangnya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah dengan sanad hasan. Beliau bersabda yang artinya, “Selama para pemimpin mereka tidak berhukum dengan kitabullah (yakni Alquran) dan justru mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan diantara mereka.

“Bencana itu bisa macam-macam, bisa bencana alam, bencana kemanusiaan, hutang negara menumpuk, narkoba merajalela, korupsi meningkat, kriminal, termasuk wabah corona. Dan hari ini kita melihat kapitalisme kewalahan mengatasinya,” terang Guru Hafizd.
Sehingga bagi kaum muslimin tidak ada pilihan, kecuali kembali kepada sistem Islam sebagai solusi untuk mengatasi problematika umat, dengan menerapkan secara syariah kaafah dan menyeluruh. Dan itu hanya akan sempurna dengan adanya institusi yang telah dijanjikan Rasulullah SAW.

“Itulah Khilafah ala Minhajin Nubuwwah, oleh karena itu, mari kita bersama-sama untuk berupaya dan berusaha memperjuangkannya,” tandasnya. []

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …