Membela Pewaris Nabi, Forum Tokoh dan Ulama DIY Kumpul

Yogyakarta (shautululama.com)–Selasa (20/2/2018) malam sejumlah tokoh dan ulama DIY berkumpul. Kediaman Ketua MUI, KH Toha Abdurrahman dijadikan tempat berkumpul. Pertemuan ini merespon kasus penganiayaan dan pembunuhan yang menyasar ulama.

Bertajuk “Stop Penyiksaan dan Ancaman pada Para Ulama”, acara diawali oleh Ustadz Subhan Ahmadi. Kiai muda pengasuh Ponpes Taruna Panatagama.

“Ulama adalah pewaris nabi, maka seharusnya tidak gentar ketika harus menghadapi celaan, hinaan, intimidasi, pengusiran bahkan pembunuhan demi mempertahankan kemurnian Islam dan membela kepentingan kaum Muslim. Mereka tidak akan  plinthat plinthut dalam berfatwa, menyembunyikan  kebenaran, menukar kebenaran dengan kebatilan, serta mengubah pendirian hanya karena iming-iming dunia,”jelasnya.

Kol. Ir. Suratmin S.E.MSc. berpendapat bahwa kekuasaan dunia saat ini mendoktrin bagaimana menghancurkan Islam. Tetapi mereka tidak berani secara langsung menyerang Islam, strateginya dengan proxy war. Membuat image buruk seperti isu terorisme, radikal dan fundamentalisme.

“Padahal fundamentalisme berarti kembali seperti apa ajaran yang murni dan mendasar. Tetapi istilah tersebut dibuat doktrin supaya sikap fundamental ini dibenci dengan cara diidentikkan dengan terorisme dan intoleran,”ungkapkan beliau yang juga purnawirawan.

“Sekarang ini adalah jaman penuh dengan fitnah. Banyak berita dipelintir. Ulama harus menjadi pejuang yang pemberani. Bukan mementingkan keselamatan diri dan keluarga sendir”, tegas KH Dahlan Hamim (Ketua Syarikat Islam DIY).

Selanjutnya, H Ahmad Subarjo, tokoh masyarakat Yogyakarta menyatakan bahwa negara kita memang masih paternalistic. Orang awam mengikuti pemimpinnya secara buta.
“Kalau paternalistic Islam masih mending. Ikut ulama atau kyainya. Tetapi paternalistic-nya sekuler. Ini yang parah,”ungkapnya jelas.

Tambahnya, beliau mencontohkan, ada ketua partai yang tidak punya kompetensi apa-apa tentang agama. Sok tahunya bilang Indonesia bakal bubar kalau diterapkan Syariat Islam. Pendapatnya ini diamini secara  buta oleh pengikutnya yang mayoritas Muslim juga. Sementara alim ulama yang punya otoritas malah dikriminalisasi dan diancam. Maka menurutnya perjuangan memang harus merubah system.

Drs. HM Husein Dahlan, ketua MUI Umbulharjo mewanti-wanti bahwa umat Islam jangan bersedih. Penghujung jaman memang menuju kerusakan, kejahatan merajalela, virus dajjal sudah keluar. Yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan.

“Di akhir jaman seperti ini disebutkan salah satu kelompok manusia yang terjelek adalah ulama su’. Ulama yang jahat. Ulama seperti ini yang “aman”. Sementara ulama yang berdakwah, berjuang melawan kemungkaran  dikriminalisasi, diancam-ancam dan dibunuh,” bebernya.

Lanjutnya, semua itu yang bisa menolong adalah Allah swt. Yakinlah ulama pejuang akan ditolong Allah swt.

Selaku tuan rumah KH. Toha Abdurahman menyampaikan untuk senantiasa tidak berprasangka buruk sesama muslim dan mengajak memperkuat ukhuwah Islamiyyah.

Rumah kediaman KH. Toha Abdurrahman malam itu tampak hangat dengan adanya forum rutin ini salah satunya adalah sebagai wujud memperkokoh ukhuwah Islamiyyah para tokoh dan Ulama masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *