Maulid Nabi Saw Majelis Taklim As Surur, Bela Nabi, Bela Syariah

Cibinong, (shautululama) – Tepat pada malam 27 Rabiul Awwal / 24 November 2019 dalam suasana peringatan Maulid Nabi Saw. Majelis Assurur Cibinong, Bogor Pimpinan Kyai Musa Nawawi mengadakan multaqa ulama sekaligus peringatan maulid nabi saw. 1440 H, dengan mengambil tema Cinta Nabi, Cinta Syriah.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya Tokoh Kasepuhan Kp. Sampora diantaranya yaitu Abah H Nawawi, murid Mama Bandeng Gentur (Pembina Majelis Assurur), KH Burhanudin Kesepuhan Sampora, Ustadz Haji Tohid, Ustadz Hajii Mamad, Ustadz Taufiq Syarifudin, Pimpan MT An-Nuriyah, Ustadz Mikrat Harahap Pimpinan Majelis Dhuha At-Taqwa, Ustadz H Supri DKM Kholid bin Walid dan lebih dari seratusan jamaah hadir memenuhi acara ini.

Acara dimulai dengan pembacaan Rawi Maulid Simtuduror dan tilawatil qur’an yang dipimpin oleh ustadz Abayudin yang dibacakan dengan penuh penghayatan menambah khusyunya acara.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan Kasepuhan yaitu Kyai Haji Burhan menyampaikan pentingnya maulid sebagiamna sarana meningkatkan rasa cinta kepada Kanjeng Rasul Saw, yang salah satunya meninggalkan perkara yang makruh apalagi yang haram. Karena bagaimana kita akan mendapatkan pertolongan Allah kalau umat masih sibuk dengan yang makruh apalagi yang haram.

Di acara utama yaitu penyampaian ceramah yang disampaikan oleh Kyai Usman Kamaludin, Pimpinan Ponpes Attajuriyu Citeureup. Beliau menyampaikan beberapa poin penting tentang maulid diantaranya.

Mengajak jamaah untuk siap bela Nabi karena konsekuensi cinta Nabi harus siap membelanya seraya disambut kata siap serempak oleh jamaah karena di dalam kitab Nihayatul Zein dijelaskan sanksi bagi penghina Nabi yaitu dihukum mati.

Kyai Usman mengajak jamaah untuk bersatu dalam panji tauhid karena panji ini di dalam kitab Fathul Shomad dijelaskan bahwa liwanya Nabi Saw berwarna putih dan royahnya berwarna hitam yang tertulis di dalamnya kalimat laa ilahailallahu Muhamadun Rasulullah.

Di akhir kalamnya beliau Kyai Usman Kamaludin yang akrab disapa Akang Tajur, menjelaskan bahwa Nabi hijrah dari Mekkah ke Madinah bukan sekedar berpindah tempat semata. Akan tetapi sekaligus awal berpindahnya ummat dari Darul kufur ke Darul Islam itulah negara Islam Madinah yang dipimpin langsung oleh Baginda Nabi Muhammad SAW., yang kemudian dilanjutkan para Khalifah dari Khalifah Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq sampai Khalifah Ali Karomallohu Wajhahu hingga terakhir khilafah Ustmaniyah yang runtuh dihancurkan oleh Kamal Attaurk laknatulloh tanggal 3 Maret tahun 1924.

Akang Tajur menyerukan ajakan kembali kepada sistem kehidupan Islam dalam bingkai Khilafah.Acara ditutup dengan do’a yang dipanjatkan oleh ustadz Abdul Muhith dan ramah tamah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *