Maulid Nabi Saw, Kita Akan Bersama Dengan yang Kita Dicintai

Bogor, (shautululama) – Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan di kediaman tokoh masyarakat, Ustadz H. Karnadi di Gunung Sindur Bogor (Perbatasan Tangsel-Bogor), Ahad, 8 Desember 2019. Acara dihadiri 35 undangan dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, asatidz dan asatidzah di sekitar.

Dalam peringatan maulid kali ini ditampilkan dua orang penceramah. Pertama, ustadz Ageung ulama muda dan karismatik dari Serpong. Beliau menyampaikan tema, mengapa kita butuh Rasulullah, karena:
Pertama, Rasulullah memberikan jalan penerang untuk umatnya dan manusia pada umumnya, kita bisa tahu bagaimana agar amal perbuatan kita diterima oleh Allah SWT.
Coba kita bayangkan, seandainya risalah Rasulullah Saw tidak sampai kepada kita, pasti kita tersesat di dunia maupun di akhirat.

Lanjut beliau, herannya saat ini masih ada orang-orang yang menghinakan beliau. Padahal jasa beliau untuk membela umatnya luar biasa, bahkan sampai mau menghadap Allah saja masih ingat umatnya.

Beliau kawatir dan gelisah memikirkan nasib umatnya kelak, sekaligus bertanya ke malaikat Jibril, “Bagaimana nasib umatku kelak?” Jibril menjawab, Jangan khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar firman Allah kepada ku: Kuharamkan surga bagi siapapun, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” (HR ath-Thabarani, mukjam al Kabir, 3/106).

Kedua, Kita butuh Rasul karena dari Nabi Muhammad kita butuh syafaatnya. Syafaat itu merupakan jalan cepat menuju surga.

Kita masuk surga selain karena amal kita, juga atas syafaat Rasulullah Saw, itulah yang kita butuhkan untuk meraih surga-Nya. Apa syarat untuk mendapatkan syafaat? Orang yang layak mendapatkan syafaat Rasulullah adalah yang mengucapkan kalimat, La illa ha illallah dengan iklash, dan membuktikan apa yang diucapkannya dengan amal perbuatannya.

Ketiga, Tanpa nabi surga tidak akan kita dapat. Pemegang kunci surga adalah Rasulullah.
Sahabat juga membeli surga (Utsman bin Affan). Mahal mana maksiat, dengan beramal.

Masuk-masjid gratis, masuk tempat maksiat harus bayar. Tetapi banyak orang lebih banyak memilih maksiat. Cara beli surga, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Bacalah kisah sahabat, kisah itu bukan dongeng, tetapi kisah nyata pengorbanan para sahabat untuk Islam.

Penceramah kedua, KH. Haris Iskandar, Pimpinan MT Darur Fikri dari Jampang Bogor.
Beliau mengambil ibrah dari perkataan Umar bin Khattab, barangsiapa yang mengagungkan Muhammad setiap saat, maka kita termasuk orang yang selalu ada di dalam maulid nabi.

Beliau juga berdo’a semoga anak-anak kita kelak menjadi para pemimpin orang-orang yang bertaqwa. Dan beliau juga mendo’akan agar anak keturunan kita menjadi para pengemban dakwah untuk tegaknya syariat Islam di bawah naungan Khilafah.

Di akhir acara ditutup do’a oleh KH. Sarmili, Pimpinan MT Saung Ma’arifat, Gunung Sindur Bogor.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *