Maulid Nabi Saw, Cinta Nabi Tegakkan Khilafah, Lenyapkan Kedhzaliman

0
153

Jakarta, (shautululama) – Kecintaan umat Islam terhadap Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah lekang oleh waktu maupun keadaan, terlebih saat Nabi Muhamad Saw dihinakan. Sebagaimana ramai diberitakan, Prancis menghina Nabi Muhammad Saw, sontak peristiwa ini meningkatkan ghirah umat Islam, tak ketinggalan dengan umat islam di negeri ini.

Untuk menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah Saw, umat Islam di Indonesia menggelar perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw secara daling, Kamis (29/10/2020) dan merupakan peringatan Maulid Nabi Saw terbesar online.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Puluhan ribu umat islam mengikuti secara online melalui berbagai media yang disediakan oleh panitia Peringatan Maulid Nabi-Cinta Nabi Cinta Syariah, Cinta Nabi SAW: Tegakkan Syariah, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kezaliman.

Panitia Maulid Akbar Cinta Nabi Cinta Syariah menyatakan tak kurang dari 70 ribu pendaftar siap saksikan Maulid Akbar yang bertema Cinta Nabi SAW: Tegakkan Syariah, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kezaliman.

Sejumlah ulama, kyai, intelektual, dan tokoh umat mendapatkan undangan khusus dari panitia untuk menyampaikan kalamnya secara online. Dalam pantauan redaksi Shautululama, diantara nara sumber antara lain: KH. Rokhmad S. Labib, Ulama Aswaja Jakarta, KH Thoha Cholili, Pengasuh Ponpes al-Muntaha Bangkalan Madura, Dr. Nadjamuddin Ramly, Sekretaris MUI Pusat, KH. Muhammad Ismail Yusanto, Ulama Aswaja Jakarta, KH. Yasin Muthohar, Pengasuh Ponpes Al Abqary Serang Banten, Prof Suteki, Pakar Hukum, Dr. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc, S.H, M.Si. Ekonom Senior, dll

Selain itu, sejumlah ulama, kyai pinunjul dari berbagai wilayah di Indonesia turut serta menyaksikan secara online bersama puluhan ribuan pemirsa lainnya. Dalam pantauan shautululama, diantara beliau adalah
1. Abuya Azwir Ibnu Aziz Medan Sumut
2. Abuya Rusydi St. Iskandar dari Sumatera Barat
3. KH. Sohandi Al-Bantani, MA dari Riau
4. KH Sukirno PP. Baitul Silmi Jatim
5. KH Bambang Lampung
6. KH Abdurrahman Salam PP. Al Anwar Jatim
7. KH. DR Suhaimi Hasan (Eces) Tangerang Banten
8. KH. Mansyur Muhyiddin Banten
9. KH. Muhammad Yasin Kendari Sultra
10. Habib Kholilullah Pimpinan Majlis Dzikir Raatibul Hadaad DKI Jakarta
11. KH. Shofar Mawardi Khadimul Ma’had Daarul Muwahid DKI Jakarta
12. KH Muhyidin, PP An Nur Pamijahan, Kab Bogor
13. KH . Umar Siddiq PP Daruts Tsaqofah, Kota Bogor
14. Kyai Hakim Abdurrahman, PP Darul Bayan, Jabar
15. Kyai Acep Muhiydin, PP Khoyru Ummah, Jabar
16. KH Ahmad Faiz, Ulama Aswaja Klaten, Jateng
17. Abah Narko Abu Fikri, PP. Nurul Qowwy. DIY
18. KH Muhammad Ari B Bekasi
19. Guru Wahyudi Ibnu Yusuf – Kalsel
20. Syech Hasan H. Abdu Al Madrasi – Sulawesi Tengah

Dalam peringatan Maulid ini para nara sumber secara garis besar menyampaikan perlunya meneladani Rasulullah Saw dalam segala aktifitasnya, tidak hanya pilih-pilih. Ini merupakan bukti kecintaan kita terhadap ajaran yang beliau bawa. Beliau tidak hanya mengajarkan ibadah mabdoh saja, tetapi juga pengelolaan negara, menyampaikan dakwah, membimbing umatnya agar dalam muamalah (ekonomi) juga berdasarkan ajaran yang beliau bawa.

Demikian juga dalam melakukan amar makruf nahi munkar, mengingatkan penguasa, adalah bagian dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Karena kehebatan beliau itulah Michael Hart, Peneliti asal Amerika, menempatkan Nabi Muhammad Saw menduduki peringkat nomor satu dari 100 tokoh besar paling besar di dunia.

Makanya tidak heran jika milyaran orang di seluruh dunia marah ketika Manusia Agung ini dihinakan sebagaimana yang terjadi di Perancis. Meski orang-orang muslim saat ini tidak pernah bertemu dengan beliau Saw, namun mereka percaya dengan ajaran-ajaran yang beliau sampaikan. Inilah bentuk kecintaan dan kepercayaan umat Islam kepada Nabi Muhammad Saw yang tidak tergantikan dan tidak pernah lekang oleh waktu