Maulid Nabi, Momentum Penyadaran bahwa Syariah Islam tidak Mungkin Diterapkan secara Kaffah Tanpa Khalifah

0
378

Bekasi, (shautululama) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. yang diselenggarakan oleh Majlis Ta’lim Bait Al-Khair, Jatisampurna, Bekasi bertempat di kediaman KH. Iwan Abu Nabila pada hari Ahad (06/01/ 2019). Acara dihadiri oleh kalangan Ulama, Asatidz dan jama’ah yang hadir lebih dari 200 orang. Acara inti diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Kyai Muhyiddin.

Kiyai Muhyiddin mengistilahkan agenda maulid sebagai “Idzhaarus surur”, yaitu menampakkan kegembiraan dengan nyata atas lahirnya manusia mulia Baginda Rasulullah SAW dan sekaligus lahirnya Islam yang berkonsekuensi terhadap keimanan Nabi Muhammad serta Istiqomah dalam mengikuti beliau dalam seluruh ajaran-ajaran Islam yang dibawanya.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Dalam acara maulid tersebut diceritakan bahwa seorang budak milik Abu Lahab yaitu Suwaibah yang telah dimerdekakan oleh tuannya (Abu Lahab) karena sangat bergembira atas lahirnya sang cucu yakni Rasulullah SAW (hari Senin 12 Rabi’ul Awal tahun gajah) yang dengan sebab kegembiraannya, Abu Lahab yang kafir ini lalu Allah telah memberikan keringanan siksaan kepadanya setiap hari Senin.

Kyai Muhyiddin memberikan pertanyaan retoris kepada jama’ah hadirin, “jika saja Abu Lahab yang kafir telah mendapatkan keringanan siksaan dari Allah SWT, maka bagaimana dengan kita sebagai umat Muhammad yang tidak sekedar bergembira atas mauludnya Rasulullah, tetapi kita kaum muslimin juga telah mengimani seluruh ajaran yang dibawanya, apa yang pantas kita dapatkan dari Allah kecuali surga? Insyaallah

Tetapi keluh beliau dalam ceramahnya juga mempertanyakan, kenapa banyak umat Islam yang menolak syariat Allah diterapkan di muka bumi? Bahkan penolakan keras juga datang dari para alim ulama dengan banyaknya fatwa-fatwa sesat mengajak umat pada ajaran-ajaran selain Islam, seperti mengajak pada sistem jahiliah kapitalisme, Liberalisme, sekularisme dan faham-faham sesat lainnya.

Apakah ulama model begini yang akan kita ikuti? Tanya beliau kepada para jama’ah.

Agama Islam hanya tinggal nama di rezim sekarang ini. Agama tidak memiliki ruang sama sekali dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Semestinya Islam bisa diterapkan secara kaaffah (Islam ideologis), secara totalitas dalam semua dimensi kehidupan dan Islam tidak boleh disematkan dengan ajaran-ajaran sesat, seperti Islam liberal, Islam sekuler, Islam Nusantara dll.

Oleh karenanya, Kyai Muhyiddin mengajak para jama’ah untuk tidak mengikuti ulama yang fatwa-fatwanya bergantung pada duit, yang dengan beraninya menghalalkan yang telah Allah haramkan.

Beliau mengingatkan para jama’ah bahwa, “Ulama sebagai pewaris nabi, mereka tidak masuk dalam kepemimpinan yang dzalim, jama’ah dihimbau agar tidak mengikuti ulama-ulama sesat dan menyesatkan”.

Tugas ulama ataupun kyai adalah menyampaikan dan mengajak pada jalan-jalan surga. Beriman dan bertaqwa dalam segala aspek kehidupan.

Moment terpenting dari agenda maulid ini setelah kita memdzahirkan kegembiraan lahirnya Nabi Muhammad SAW, adalah menyadarkan umat agar agama Islam yang sempurna ini bisa terealisasi dengan nyata dalam setiap dimensi kehidupan, (syariat dalam kehidupan individu, masyarakat dan bernegara).

Tinggal kita pindahkan saja kepercayaan umat kepada Islam. Cabut kepercayaan kita terhadap sistem kapitalisme, sekularisme, liberalisme dan faham-faham sesat lainnya. Kita percayakan kepada Islam yang sempurna yang telah terbukti menyejahterakan rakyat.

Syariat Allah secara kaaffah tidak mungkin bisa diterapkan tanpa adanya seorang Khalifah (Imam). Dengan Khilafah sebagai ajaran paling penting yang akan menjadi payung penegak hukum-hukum Allah SWT, dalam segala aspeknya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diakhiri dengan doa sebagai penutup acara.

#SaveUighur
#UlamaBersamaHTI
#KhilafahAjaranAhlussunnahWaljamaah
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntiIslam
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#JanganPilihPemimpinGagal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here