Maulid Nabi: Momentum Dalam Meneladani Perjuangan Rasulullah SAW

Kediri, (shautululama.com). Alhamdulillah Sabtu (16/12/2017), acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah berjalan dengan lancar. Acara berlangsung di Lembaga Kursus Bahasa Arab Al Farisi di Pare. Acara dihadiri santri, ikhwan maupun akhwat peserta kursus Bahasa Arab, yang jumlahnya sekitar 50 orang. Selain itu, hadir juga peserta dari luar lembaga seperti ustad, tokoh masyarakat, pengusaha, dan pelajar di kampung Inggris.

Acara peringatan Maulid Nabi dimulai pada pukul 15.30 WIB, diawali dengan sholawatan al-berjanji dan diiringi dengan hadrah oleh para santri. Lalu dilanjutkan Ustad Salman, Pengasuh Lembaga Al Farisi. Beliau menyampaikan: “Kita umat Islam harus bersatu, jangan sampai terpecah belah. Karena jika kita terpecah belah maka, umat Islam ini akan kalah”.

Acara utama diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Abdul Karim, Pengasuh PP Al Ihsan, Baron Nganjuk. Dalam Tausiyahnya, Kyai Abdul Karim menyampaikan: “Kita akan bersama dengan orang yang dicintai. Jika kita berkumpul dengan para koruptor misalnya, maka kita akan terjangkit korupsi. Namun, jika kita cinta kepada Rasulullah, Insya Allah kita akan menjadi orang yang dicintai Rasulullah”.

Disisi lain, beliau menyampaikan umat Islam dengan agama Islamnya, sudah tidak butuh aturan yang lain dalam kehidupan. Islam mengatur dan menjaga umatnya dalam kehidupan dengan sendi-sendi keimanan.

“Umat Islam harus bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim” kata beliau. Karena umat Islam itu sebagai umat terbaik sebagaimana dalam QS. Al-Imran: 110.

Bagaimana aplikasinya? “Kita harus selalu menambah ilmu, mempunyai cita-cita yang tinggi, harus menyadari bahwa kita umat Islam adalah penguasa dunia, bukan umat non-Muslim”

Di akhir tausiyah, Kyai Abdul Karim berpesan kepada para jamaah sebagai berikut:
1. Eropa nanti mayoritas muslim.
Orang-orang Barat itu mengidap penyakit cinta sesama jenis, yaitu kasus LGBT seperti sekarang ini. Berbeda dengan muslim disana, karena umat Islam yang di Eropa itu bangga dengan konsep Islam yang mengatur hubungan lawan jenis.

2. Janji Rasulullah.
Janji Rasulullah Saw yang belum tercapai hingga detik ini adalah Kota Roma nanti akan ditaklukkan oleh orang Muslim. Kita harus yakin akan kebenaran janji Rasulullah itu pasti terjadi. Sehingga nantinya umat Islam akan selalu bertambah terus untuk menaklukkan Kota Roma.

3. Umat Islam harus bangkit.
Umat Islam harus menyadari bahwa kita ini masih dijajah oleh orang Barat, Amerika dll. Kita harus bangkit kembali pada posisi umat Islam sebenarnya yang tinggi.

4. Muslim harus semangat menuntut Ilmu.
Kita harus mengkhidmatkan ilmu kita kepada Islam. Senantiasa bersiap diri untuk menjadi pejuang Islam. Karena Islam itu tidak hanya dipelajari saja, namun juga diperjuangkan dan diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

5. Muslim harus melayakkan diri.
Umat Islam itu adalah pejuang, bukan pecundang. Sehingga kita senantiasa terus melayakkan diri sendiri agar menjadi muslim yang terbaik. Karena dalam suatu ayat bahwa ahli syurga itu senantiasa dalam kesibukan.
.
Acara Maulid diakhiri sekitar pukul 17.20 WIB dengan doa oleh Kiyai Abdul Karim. Setelah itu, para jamaah berfoto bersama dan bersalaman sebagai perekat ukhuwah sesama muslim. (AR)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *