“Mari Tegakkan Islam Kaffah Dengan Khilafah”, Tausiyah Kyai Ahmad Sukirno Pada Halal Bi Halal MT. Baitus Silmi Sukorejo, Pasuruan

Sukorejo, Pasuruan (shautululama.com)– Di tengah-tengah suasana kemenangan bulan Syawal, Kyai Ahmad Sukirno, pengasuh Majelis Taklim Baitus Silmi mengundang para alim ulama dan tokoh masyarakat se-kabupaten Pasuruan untuk menghadiri acara Halal bi Halal 1439 H pada Ahad (15/7/2018).

Acara yang dihadiri 200 undangan lebih ini digelar di komplek Musholla Baitus Silmi, Dusun Sumbersuko, Kec. Sukorejo. Dipandu oleh ustadz Muhammad Muhsin, acara pun dibuka dengan lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan Al-ustadz Ahmad Bashori.

Mengawali acara silaturahim yang dilaksanakan pada Ahad sore ini, H. Rahmat menyampaikan sambutan mewakili panitia yang bertugas menyukseskan pertemuan para ulama dan tokoh masyarakat ini.

Beliau mengutarakan pengalaman dan komitmennya dalam memperjuangkan agama Allah SWT. Perkenalan beliau dengan Hizbut Tahrir dimulai dengan pergaulannya dengan para ulama yang telah mendahului bergabung dengan Hizbut Tahrir, utamanya Kiai Ahmad Sukirno.

“Saya mengajak kepada kita semua agar bersama-sama masuk surga. Sebab rahmat dan ampunan Allah SWT sangatlah besar bagi kaum beriman” terang H. Rahmat.

Memasuki acara inti yakni tausiyah yang diisi sendiri oleh shohibul bait, Kyai Ahmad Sukirno mengucapkan banyak terima kasih kepada para panitia dan tetangga sekitar yang membantu persiapan acara.

Dalam ceramahnya, beliau membawakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Umamah RA:
“Barangsiapa yang mengambil harta saudaranya dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan masuk surga. Lalu ada seorang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun hanya sedikit?” Beliau menjawab, “Meskipun hanya sebatang kayu araak.“

“Dalam halal bi halal, kita harus legowo dengan memaafkan kesalahan muslim lain. Bila ada kemampuan, maka seharusnya kita mengembalikan hak-hak atau milik orang lain yang ada pada kita, contohnya barang curian dan hutang piutang” ujar KH. Sukirno.

“Seorang pemikir barat yang berkecukupan mengalami kebingungan dalam hidupnya. Dia berkata, Untuk apa sebenarnya saya hidup ini? Semua keperluan sudah tercukupi tapi hatinya senantiasa gelisah”, tutur Kiai Ahmad Sukirno.

Beliau menambahkan, bahwa hal ini berbeda dengan kaum muslimin yang sejak kecil sudah mengetahui tujuan dan jalan hidupnya, sehingga terjauh dari kekosongan hidup. Tujuan hidup kaum muslimin adalah beribadah pada Allah SWT, dengan menaati semua aturan yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallamasallam.

“Hidup kaum muslimin sekarang sudah rusak akibat paham sekulerisme, sebuah ide untuk memisahkan kehidupan negara dengan agama. Dengan adanya sistem sekulerisme ini, maka aturan-aturan agama tidak lagi terpakai dalam mengatur urusan pemerintahan dan peradilan, seperti tidak berlakunya hukum rajam bagi pezina, dan potong tangan untuk para pencuri” tambah Kiai Ahmad Sukirno.

Kiai Ahmad Sukirno mengajak semua hadirin untuk berislam kaffah, dan mengupayakan penerapan aturan-aturan Islam secara menyeluruh dengan menegakkan khilafah. “Banyak orang bertanya, adakah khilafah dalam ajaran Islam? Setelah dicari-cari pada hadist-hadist Rasulullah dan kitab-kitab para ulama, ternyata penjelasan khilafah banyak hingga menumpuk”, jelas beliau.

Di akhir acara, kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muhammad Sofyan. Bersama hadirin, beliau mendoakan kebaikan, kemuliaan dan keberkahan bagi seluruh kaum muslimin di Indonesia dan dunia, serta tegaknya hukum-hukum Islam secara menyeluruh.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *