Majelis Mafatikhul Khair: Haram Pilih Pemimpin Dzalim dan Tidak Menaati Ulama

Lamongan, (shautululama)—Persoalan kepemimpinan sangat penting dalam kehidupan kaum muslimin. Semenjak masa kenabian hingga saat ini, kepemimpinan menentukan baik dan buruk rakyatnya. Berkaitan dengan kepemimpinan, Majelis Mafatikhul Khoir menyelenggarakan Multaqo Ulama: Haram Pilih Pemimpin Dzalim pada Jumat (12/4/2019).

Hadir puluhan asatidz dan tokoh masyarakat. Perihal kepemimpinan ini disampaikan secara menarik oleh KH Mudhofir.

“Jika untuk keluar saja tiga orang harus mengangkat salah satu di antaranya pemimpin, apalagi untuk mengurusi rakyat banyak, tentu butuh pemimpin yang kompeten,”tegas KH Mudhofir pada pembukaan kajian.

Beliau pun menyontohkan bahwa setelah rasulullah SAW wafat hal yang pertama kali dilakukan ialah memilih pemimpin. Pengangkatan seorang pemimpin tidak boleh asal. Hal ini berkaitan dengan tatanan kehidupan. Jika pemimpin tidak kompeten justru akan menyebabkan kehancuran tatanan masyarakat dan negara.

“Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya,” sitir beliau dari Shahih al-Bukhariy.
Peserta yang hadir tampak khidmat dan antusias mendengarkan penjelasan. Tak ayal beliau pun memberi panduan dan kisi-kisi ciri pemimpin yang seharsunya dipilih oleh umat.

1. Bertaqwa

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaqwa” (Shahih Muslim)

2. Adil

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَقْرَبَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ

“Orang yang paling dicintai Allah ‘Azza wa Jalla pada hari kiamat dan mendekatkan mereka kepada Allah adalah pemimpin yang adil.” (Musnad Ahmad)

3. Ingin menerapkan hukum Allah

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ أُمِّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ مُجَدَّعٌ مَا أَقَامَ فِيكُمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Wahai manusia, bertaqwalah kepada Allah, dengar dan taati pemimpin kalian sekalipun kalian dipimpin oleh (mantan) budak Ethiopia yang putus hidungnya, selama ia melaksanakan Kitab Allah ‘Azza wa Jalla.” (Musnad Ahmad)

4. Memusuhi ulama akhirat/ ulama kekasih Allah

إن الله قال من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب

“Sesungguhnya Allah berfirman: “Siapa yang memusuhi kekasihku, sungguh Aku menyatakan perang kepadanya.” (Shahih al-Bukhari)

Di penghujung penyampaian tausiyah beliau mengaskan, “Maka haram memilih pemimpin yang dzalim, otoriter, anti Islam dan yang tidak menghormati ulama.”

Acara diakhiri dengan doa dan ramah tamah. Berharap Allah memilihkan pemimpin terbaik di negeri ini. Tentunya pemimpin yang menaati Allah dan Rasul-Nya, wabil khusus mau menerapkan syariah kaffah.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Seruan Multaqa Ulama Aswaja Kab Sumedang, Tolak Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Saatnya Islam Gantikan Kapitalisme-Demokrasi

Sumedang, Jabar (shautululama) – Selasa, 30November 2021 bertepatan dengan 25 Rabi’uts Tsani 1443 H para Ajengan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *