LIQA SYAWAL PESANTREN BAHRUL ULUM TANGGUL JEMBER, “KHILAFAH AKAN TEGAK DALAM WAKTU YANG SANGAT DEKAT DENGAN IZIN ALLAH”

Jember, Jatim (shautululama) 26 Juni 2019 – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tanggul Jember, Jatim menyelenggarakan acara halal bi halal Liqo Syawal 1440H Bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat dengan tema: “Mengapa hanya Khilafah?” Rabu 26 Juni 2019.

Sebagai pembawa acara Ustadz Slamet menyampaikan maksud tujuan acara ini, kemudian dilanjutkan pembacaan kalam ilahi oleh santri Pondok Bahrul Ulum yang dilanjutkan sambutan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kyai Holili.

Pondok Pesantren Bahrul Ulum merupakan pondok yang rutin mengadakan halal bihalal dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat, karena selain rutin, Pondok Bahrul Ulum istiqomah mendidik santri dan masyarakat untuk kembali mengemban islam dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Holili, selalu menyerukan kepada masyarakat untuk selalu taat kepada Allah dan selalu meningkatkan ketaqwaan untuk kembali kepada jannah-Nya

Dalam acara inti halal bi halal, Ustadz Abdurrahman Saleh mengutip Hadits Riwayat Abu Daud tentang 5 Fase Dunia.

Saat ini jaman kekuasaan yang Mulkan jabariyah, dimana sebentar lagi adalah fase ke 5 fase Khilafah Ala Minhajin Nubuwah.

Khilafah adalah ajaran islam yang pernah ada selama hampir 14 abad dengan kekuasaan hamper 2/3 dunia membawa keberkahan dunia. Eropa mengalami fase kegelapan, dengan adanya kekhilafahan saat itu memberikan pencerahan kepada bangsa Eropa.

Bahkan mandi mengunakan sabun pun dikenalkan oleh islam kepada bangsa Eropa.

Khilafah adalah ajaran yang tidak akan bisa dilaksanakan oleh perorangan maupun kelompok islam, hanya negaralah yang mampu menerapkan ajaran islam ini. Hukum Allah secara sempurna mampu dilaksanakan oleh institusi islam yaitu Negara Khilafah.

Namun saat ini, fase Mulkan jabariyan / kediktatoran atau memaksakan kehendak segala aturan, melalui sistem demokrasi.

Negara yang mengembannya menjadi boneka asing memecah belah umat islam dengan berbagai propaganda dan adu domba. Padahal demokrasi bukan ajaran islam, demokrasi berasal dari Yunani yg menganggap suara rakyat sebagai suara Tuhan.

Kejahatan demokrasi adalah menentukan hukum atas dasar suara mayoritas, apabila suara mayoritas dikuasai para bajingan maka hancurlah negara yang mengembannya.

Ustadz Mashuri melanjutkan dalam ceramahnya, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar benarnya taqwa, segeralah menuju ampunan Allah.

Islam memberikan Rahmat bagi siapa yang mengembannya dan berikan keberkahan kepada negeri yang menerapkannya.

Faktanya Umat islam kini mengalami berbagai masalah di segala aspek. Ekonomi pembangunan yang sedang digadang-gadang hanya menambah beban hutang negara, infrastruktur dijual, BUMN bangkrut, susahnya mencari pekerjaan, penyeru kebenaran diintimidasi, ulama penyeru syariat disikat.

Ini karena sistem demokrasi yang diemban dimana hukum buatan manusia di atas hukum Allah. Negeri ini dikuasai oleh orang-orang munafik, berkata beriman namun bukan hukum Allah yang diterapkan, berbohong menipu umat secara sistematis dan massif.

Demokrasi sistem bohong yang rusak dan merusak.

Empat pilar demokrasi Liberalisme Pluralisme Sekurelisme dan Kapitalisme, pilar-pilar ini menopang kerusakan negeri, liberalisme kebebasan namun bebas menurut pandangan mereka, pluralisme toleransi menganggap semua agama benar, rusaklah aqidah umat.

Sekurelisme urusan agama hanya untuk individu tidak boleh mengatur negara. Kapitalisme kekayaan negara dikuasai cukong asing aseng.

Hanya Khilafah yang wajib kita perjuangkan, tidak berjuang pun bisa susah, susah dalam berjuang dengan sungguh-sungguh akan mendapat jaminan dari Allah. Jangan pernah berhenti memperjuangkan khilafah.

Dilanjut oleh Kyai Muhammad Yasin yang mengutip surat Al Baqarah 183:

“Hai orang orang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana kaum kaum sebelum kalian agar kalian bertakwa” kata KH. Muhammad Yasin

“Hai orang orang beriman diwajibkan atas kalian melaksanakan qishos berkenaan dengan orang yang dibunuh…” Lanjut KH. Muhammad Yasin

Dengan dua ayat tersebut mengapa hanya 1 ayat yang dilaksanakan? Karena negara tidak memfasilitasi pelaksanaan hukum qishos, hanya khilafah yang mampu melaksanakan seluruh hukum Allah.

Di negeri ini Allah diduakan, satu sisi tunduk pada hukum Allah, disisi yang lain kita tak tunduk pada hukum Allah.

KH. Muhammad Yasin mengajak memperjuangkan Islam, agar dosa kifayah tak terus mengalir kepada orang yang memperjuangkan hukum allah demi tegaknya Agama Islam di negeri ini.

Semoga pejuangnya diberikan keistiqomahan memperjuangkan tegaknya Hukum Allah.

Acara ditutup dengan bacaan do’a oleh KH. Muhammad Bachri, tokoh sepuh masyarakat Mumbulsari. [aB]

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *