Liqo Syawal 1441H Ulama Aswaja dan Tokoh Malang Raya, Eratkan Persaudaraan dan Songsong Kebangkitan slam

Kota Malang, (shautululama) – Momen bulan Syawal lazimnya dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat untuk menjalin kembali ikatan persatuan dan persaudaraan.

Namun dengan adanya pandemi Covid-19, tidak lantas membuat para tokoh umat kendur untuk menjalin persaudaraan tersebut. Hal ini nampak tatkala para tokoh umat Kota Malang yang ter-fasilitasi melalui Hidup Berkah Channel (YouTube) terus berupaya menjalin ukhuwah dan persatuan di tengah umat muslim melalui daring (online).

Hidup Berkah Channel melangsungkan Liqo Syawal 1441 H secara daring pada Ahad (14/6) dengan mengangkat tema: “Jalin ukhuwah untuk mewujudkan kebangkitan Islam dengan Syariah dan Khilafah”. Acara ini dihadiri undangan dari kalangan ulama, kyai, ustad dan pengasuh pondok dan masyarakat.

Sebuah topik yang dirasa amat relevan, di tengah berbagai ketidakpastian akibat Covid-19 dan penanganannya yang terkesan simpang-siur dari pihak pengampu kebijakan. Hidub Berkah Channel hadir memberikan ruang publik _(public sphere)_ via video conference bagi para tokoh untuk menyampaikan dan saling menyimak pesan-pesan bermanfaat akan informasi terkini dan tentang masa depan umat yang akan diperjuangkan.

KH. Hafidz Abdurrahman, Ulama Nasional Pimpinan Ma’had Syaraful Haramain yang diundang sebagai pemberi tausiyah menuturkan di awal pemaparan ringkasnya, mengutip Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ [21] ayat 92,

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ

“Sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu; dan Aku adalah Tuhan kalian …”

Kyai Hafidz menjelaskan bahwa umat adalah kumpulan manusia yang diikat oleh satu aqidah yang memancarkan sistem, dan memiliki sebuah negara.

“Apabila kita berbicara umat Islam, maka umat ini segmen dan bangsanya banyak sekali, maka di dalam Al-Qur’an Allah menyatakan bahwa fitrah manusia itu diciptakan laki-laki dan perempuan, ada bersuku-suku berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Kemudian Allah membuat standar, bahwa yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa (Al-Hujurat [49] ayat 13),” terangnya.

Kyai Hafidz juga menuturkan bahwa pedoman Al-Qur’an untuk menyatukan umat ini adalah dengan aqidah Islam yang dijadikan kaidah berpikir dalam kehidupan, sehingga menjadi standar tiap perbuatan dan pemikiran.

“Dengan demikian, bagi orang berilmu (para tokoh, ed.), ilmu itu akan menjadi _hujjatun lahu, laa hujjatan ‘alaih_, ilmu itu akan menguatkan dan menyokong dia, bukan malah menyerang dan menuntut dia kelak di hadapan Allah SWT,” pungkasnya.

Tokoh lainnya, KH. Toha Cholili Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muntaha Bangkalan Madura (Cucu Syaikhona Kholil), dalam kesempatan testimoninya, menekankan peringatan atas berbagai aqidah dan sistem lain; Kapitalisme-Liberalisme, Sosialisme-Komunis, seraya menyeru agar umat Islam tidak merasa asing dengan hukum-hukum agamanya sendiri.

“Oleh karena itu, saya himbau kepada seluruh ulama, saudara-saudara kita seiman seagama, bukan hanya di negeri ini, tetapi juga saudara-saudara kita nun jauh di sana, agar kita betul-betul memikirkan bagaimana Islam ini tegak, bagaimana kepemimpinan sistem Islam, sistem Khilafah yang _rasyidin_, betul-betul _‘ala minhajin nubuwwah_ kita tegakkan. Karena ini, sudah terbukti betul-betul bisa memimpin dunia dengan baik, mengayomi, menjaga harmoni bukan saja sesama umat Islam, namun non-muslim pun merasa tentram dan damai di bawah kepemimpinan Islam yang betul-betul menegakkan hukum Allah SWT, hukum dari langit, hukum yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dengan syumul/sempurna,” urainya.

Ust. Masrihan, salah seorang tokoh dan mubaligh Kota Malang juga mendapat kesempatan menyampaikan testimoninya.

“Harapan saya kepada para ulama, habaib, asatidz, untuk senantiasa dan tidak jemu-jemunya mendakwahkan Syariah dan Khilafah, karena dengan dakwah yang tiada jemu-jemunya tadi, sudah menampakkan secercah keberhasilan,” harapnya.

Nampak hadir dalam layar video conference berbagai tokoh lain; Habib Qodir, Dr. Rudi Wahyono (Dosen), Ustad Hamzah Winsyah (Mudir ‘Aam Sekolah Tahfidz Ar-Razi, Kota Batu), dan Yoga Al-Maroki (Founder Mahasiswa Hijrah).

Acara berlangsung ta’dzim, dan ditutup dengan doa oleh KH. Muhammad Alwan, M.Ag. [aRd]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …