Liqa Syawwal Ulama dan Asatidz Nganjuk Bersama Masyarakat, Kita Harus Berjuang Bersama Tolak OBOR

Nganjuk, Jatim (shautululama) – Ulama dan Asatidz yang berada di Kab. Nganjuk, mengadakan acara Liqo Syawal Ulama pada Ahad, 16 Juni 2019 di Mushola Al Fattah, Ngetos.

Acara ini dihadiri oleh puluhan mayarakat Nganjuk dan sekitarnya. Kyai Abdul Karim dari PP. Al Ihsan Baron, juga nampak hadir diantara para jaamah.

Acara dimulai selepas sholat Isya’ berjamaah, dibuka dengan Ummul Quran oleh pembawa acara ustadz Supri. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadz Arifin.

Setelah selesai, Shohibul Hajah yakni Kyai Abdul Fattah memberikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Beliau menyampaikan bahwasannya Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya : Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Maka dari itu dalam kesempatan tersebut, beliau menyerukan untuk saling bermaafan sesama saudara seiman, saling mendamaikan, dan tidak mudah diadu satu dengan yang lain. Suasana Syawal yang masih terasa harusnya menjadikan umat islam punya semangat ukhuwah yang tinggi, pungkas beliau.

Perbedaan-perbedaan yang terjadi di kalangan umat islam seharusnya tidak menjadikan umat islam saling memusuhi satu dengan yang lain. Selama pokok-pokok aqidah dan syariah masih sama, maka umat islam bersaudara, walaupun di beberapa amalan sunnah dan fiqh ada perbedaan.

Maka yang harus dijadikan pegangan oleh umat islam adalah islam itu sendiri. Islam harga mati yang tidak boleh ditawar. Iman dan taqwalah yang dibawa hingga akhir hayat nanti.

Selanjutnya beliau memaparkan kondisi terkini negeri kita tercinta. Indonesia saat ini dalam kondisi yang sangat berbahaya. Adanya proyek OBOR (One Belt One Road) yang saat ini tengah berjalan di Indonesia. Proyek OBOR ini adalah Proyek negara kafir China yang notabenya berpaham atheis-komunis.

Lewat hutang riba yang diberikan kepada pemerintah Indonesia, untuk membangun infrastruktur dengan jumlah yang sangat besar, tengah membuat Indonesia keteteran dalam mengembalikan hutang dan bunganya.

Dikhawatirkan jika pemerintah Indonesia tidak bisa mengembalikan utang kepada China maka asset-aset publik akan dikuasai oleh China sebagai ganti pembayaran utang tersebut. Selain itu, muncullah kolonialisasi yakni penjajahan oleh China dan Komunisasi karena China sendiri mengemban paham komunis.

Beliau mengajak umat islam untuk tidak diam, umat harus bersama-sama berjuang menolak proyek OBOR ini, bukan tidak mungkin jika proyek ini terus berjalan akan mengancam keberlangsungan kehidupan anak cucu umat islam di masa yang akan datang.

Di akhir sambutannya beliau memberikan pesan, pertama saling rukun dengan sesama muslim, kedua kondisi kolonialisasi China harus ditolak, ketiga doa untuk kebaikan umat islam seluruh dunia.

Setelah sambutan selesai, Kyai Abdul Karim dari PP.Al Ihsan Baron menyampaikan tausiyah. Menanggapi apa yang telah disampaikan oleh Kyai Abdul Fattah, bahwa China sekarang dalam proses penyempurnaan penjajahan di Indonesia. Maka umat tidak boleh diam, gunakan kekuatan lisan untuk menyampaikan persoalan bangsa ini kepada masyarakat agar masyarakat paham dengan kondisi ini.

Umat islam yang ada di negeri ini harus menjaga negeri agar tidak dirampas oleh penjajah, perjuangan menolak penjajahan adalah bukti dari keimanan.

Beliaupun mengajak untuk berfastabiqul khairot menjaga negeri islam dari tipu daya dan makar orang-orang kafir. Pun, turut memperhatikan nasib agama umat islam di negeri muslim terbesar Indonesia.

Terakhir acara ditutup oleh beliau dengan doa untuk kebaikan negeri ini. Setelah itu peserta menikmati hidangan yang telah dipersiapkan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *