Liqa Syawwal Ulama Aswaja dan Umat Islam Sumedang, Persatuan Kunci Kemenangan Umat Islam

Sumedang, (shautululama) – Filosofi sapu lidi disampaikan KH. Yasin Muthohar pada acara
Liqa Syawal Ulama dan Umat Islam 1440H di Masjid As-Salam, Warung Ketan
Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang, Jumat 21 Juni 2019.

“Abdi gaduh sapu nye’re’. Dipegatkeun simpayna. Teras dibagikeun ka bapa-bapa sajalmi hiji. Bade’ diangge’ nyapukeun meresihan buruan masjid. Kinten-kinten gampil atanapi sesah meresihan buruan masjidna ?” Sesah. Tapi pami e’ta sapu nye’re’ dibeungkeut ku simpay, diangge’ meresihan buruan masjid cekap ku nyalira”.
Artinya:
(Saya punya sapu lidi. Diputuskan ikatannya. Terus dibagikan lidi-lidi tersebut kepada bapak-bapak seorang satu lidi. Mau dipakai membersihkan halaman masjid. Kira-kira mudah atau sulit membersihkannya? Sulit. Tapi kalau lidi-lidi tersebut diikat, maka membersihkan halaman masjid tersebut cukup oleh seorang saja).

Acara yang mengangkat tema “Syawal, Momentum Persatuan dan Kemenangan Umat Islam” tersebut dihadiri oleh sekitar 50 ulama dan umat Islam yang ada di Kecamatan Situraja.

Dalam memaknai tema tersebut, beliau juga mengatakan bahwa umat Islam harus bersatu. Hal itu berdasarkan nash. “Ada nash yang memerintahkan Islam harus bersatu”. Beliau juga menambahkan bahwa “Kemenangan umat Islam tidak akan terwujud kecuali umat Islam berkuasa” dan “Kemenangan umat Islam akan terwujud jika mereka bersatu dalam ketaqwaan”. [ ]

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *