Liqa Syawwal Majlis Dzikir wat Taklim Ihya’ul Qulub, “Kewajiban Adanya Khilafah adalah Ijma’ Ulama”

Malang Kab, Jatim (shautululama) – Sabtu, 22 Juni 2019, Tak ingin kehilangan momen, Majelis Dzikir wa Ta’lim Ihyaul Qulub menyelenggarakan kegiatan istihlal Syawal 1440 H. Kegiatan yang dihadiri hampir 200-an jamaah yang terdiri dari para ulama, kyai, ustadz dengan para santri serta muhibbinnya dan juga tokoh-tokoh Kabupaten Malang ini digagas untuk meningkatkan ukhuwah para aktivis dan pengemban dakwah sekaligus menjadi momen untuk memperkuat tsaqofah keislaman semua yang hadir.

Acara dibuka dengan bacaan fatihah oleh Ustadz Husnur Rohman selaku MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ananda Abdullah Faiq Fakhruddin.

Dalam kesempatan sambutan, Ustadz Sul’an, M.Pd selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan keprihatinannya atas maraknya penyesatan opini yang tentang sistem Khilafah. Beliau sangat merasa prihatin atas pernyataan beberapa tokoh yang menyebut bahwa Khilafah bukanlah sistem yang baku, sehingga khilafah bukanlah perkara yang wajib.

Opini yang rancu ini berbahaya dan hanya akan menjadikan umat lebih jauh dari upaya penerapan dam penegakkan syariah Islam. Padahal penyataan tidak baku tersebut hanya pada bagian uslub (cara) semata, bukan pada bagian yang pokok. Sehingga memungkinkan adanya perubahan dan perbedaan.

Ustadz Sul’an yang merupakan pengasuh Majelis Taklim Darussalam memberi contoh beberapa hal dalam sistem Khilafah yang baku. Secara retoris beliau bertanya kepada jamaah, “Khalifah yang mengepalai negara khilafah boleh atau tidak menerapkan syari’at selain syari’at Islam?” Tidak!! Jawab jamaah serentak.

Beliau menegaskan “Jadi Khalifah hanya boleh menerapkan hukum-hukum Islam itu baku atau boleh berubah?”. Baku!! Teriak jamaah. Beliau juga bertanya, “Khalifah harus muslim, laki-laki, merdeka, baligh, dan berakal serta memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas kekhilafahan itu baku atau tidak?”. Dengan suara lantang jamaahpun menjawab:”Baku!!”.

Demikianlah syarat baku bagi seorang yang diangkat menjadi khalifah. Syarat-syarat baku tersebut itu khas hanya ada dalam sistem khilafah. Syarat baku sistem khilafah itu tidak ada dalam sistem yang lain misalnya sistem republik, kerajaan, kekaisaran atau sistem yang lainnya.

Kebakuan sistem khilafah tersebut kewajjibannya telah menjadi ijma’ (kesepakatan) dari semua ulama tanpa ada yang menyelisihinya.

Kyai Bahron Kamal selaku khadimul majelis yang sekaligus pemateri inti mempertegas apa yang di sampaikan oleh Ustadz Sul’an. Karena Khilafah adalah sistem yang baku, maka metode memperjuangkannyapun harus baku. Beliau menyampaikan bahwa perjuangan menegakkan syariah Islam dalam bingkai Khilafah harus ngeblad (mencontoh sama persis, red) dengan metode yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Memperjuangkan tegaknya kembali khilafah tidak boleh menyimpang sedikitpun dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Siapa saja yang memperjuangkan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan sistem khilafah namun coba-coba melirik metode lain yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW niscaya akan menjumpai jalan buntu, gagal bahkan bisa tersesat dari jalan yang benar.

Selaku Pengasuh Majelis Dzikir wa Ta’lim Ihyaul Qulub, beliau juga memotivasi para jamaah untuk senantiasa istiqomah dalam jalan dakwah. Tidak boleh sedikitpun bergeser ataupun mundur dari jalan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Sebagaimana peristiwa baiat Aqabah dari kaum Ansor terhadap Rasulullah SAW. Dimana Rasulullah SAW menyatakan bahwa tidak ada balasan bagi kaum Ansor atas dukungannya kepada Rasulullah melainkan surga.

Kyai Bahron berharap kepada para jamaah untuk menjadikan contoh tersebut sebagai penyemangat dalam dakwah.

Di akhir sesi acara ditutup dengan doa yang dipimpin Kyai Mustofa, pengasuh Majelis Taklim al Amanah Dampit secara khusyuk. Kemudian dilanjutkan bersalam-salaman dan saling berangkulan diantara jamaah dalam suasana sahdu, saling motivasi dan doa penyemangat. Acara ditutup dengan ramah tamah dengan menu sederhana tapi dalam nuansa penuh keakraban dan kekeluargaan. [dh]

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *