Liqa Syawal Ulama Aswaja dan Tokoh Umat Gresik, Songsong Era Baru, Era Sistem Islam

Gresik, Jatim (shautululama) – 14 Juni 2020. Diselenggarakan Acara Liqa Syawal Tokoh Ummat Gresik yang disiarkan secara Live Streaming melalui channel youtube Dakwah Giri dan Fan Page Mbah Blangkon.

Digelar melalui media webbinar diikuti oleh 300-an peserta yang terhubung secara langsung dengan menggunkan Aplikasi Zoom. acara ini mengambil tema Semangat Baru Lebaran 1441 H, Menyongsong Tegaknya Peradaban Islam.

Narasumber yang turut mengisi acara tersebut adalah Kyai Adam Cholil al Bantani, Kyai Irham Fahmi Al Anjantani, Kyai Drs. Saiddudin, KH. Abdul Wahab, M.Ag, Kyai. Rodli Masykur, M.Si, KH. Musthofa Mustain, M.Ag. Dr. Hafid Widodo, dr. Burhandudin dan KH. Muchtar Buchory.

“Peradaban baru hanya akan bisa diwujudkan oleh Umat Islam, karna hanya Umat Islam yang memiliki Konsep Hidup sesuai dengan Pencipta alam semesta beserta isinya, berupa syariah Islam yang sanggup menghadapi berbagai macam tantangan zaman. Menilik peristiwa mewabahnya Pandemi Covid 19 ini, Andai saja waktu terjadi wabah di cina dan negara lainnya Indonesia menerapkan kebijakan sesuai syariah Islam yakni melakukan isolasi mungkin tak akan ada korban. Sebagaimana Sunnah Baginda Nabi yang menyuruh mengisolasi diri jika ada wabah di suatu negeri”. Terang Kyai Adam Cholil al Bantani saat menyampaikan kalimah takdim.

Kyai Irham Fahmi Al Anjantani menyampaikan tentang hikmah bulan Syawal, dan berbagai prediksi pasca pandemi, bahwa tata kelola dunia akan mengalami perubahan. Amerika sebagai kampiun demokrasi dan mbahnya kapitalisme sudah hampir runtuh. Secara ekonomi, sosial, mauapun politiknya mengalami goncangan hebat.

Sementara China, meski tengah berjaya dalam maslah ekonomi tapi secara sosial sangat terpuruk. Bahkan tengah terjadi banyak penolakan terhadap warga china di berbagai negara. Ini akan menjadi bom waktu sentimen anti China dan bisa menyulut perang etnis bahkan berhadapan dengan berbagai negara akibat kebijakan china yang ugal-ugalan.

Maka umat Islam harus aktif untuk mengambil kesempatan yang diberikan Allah SWT melalui Pandemi Covid 19 ini. Berjuang untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah. Dan jangan sampai kebalik yakni justru menghalanginya tegaknya syariat secara sempurna. Perlu diperhatikan peringatan Allah SWT dalam Al Qur’an.
“Siapa saja yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya, Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik darinya. Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah. Sesungguhnya kecintaan Allah adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya”, pungkas Kyai Irham Al Anjantani dalam pemaparan tausiyahnya.

Sebagai praktisi kesehatan dr. Burhanudin menyampaikan pesan agar senantiasa mawas diri, karena pandemi Covid 19 bisa menyasar kepada siapapun. Apalagi kebijakan pemerintah cenderung lebih mementingkan kondisi ekonomi dibandingkan kondisi kesehatan masyarakat. Allah SWT telah menyampaikan, Allah tidak akan merubah suatu kaum sehingga kaum itu yang merubah nasibnya sendiri.

Dr. Hafid Widodo, selaku Akademisi dan Intelektual Muslim serta Praktisi Pendidikan memaparkan bahwa setiap masa kejahilan, kemaksiatan dan kezaliman akan berganti dan berakhir. Sepanjang sejarah, mencatat bahwa yang menata kehidupan dengan peradaban yang mulia adalah Islam. Sejak para nabi diutus hingga diteruskan oleh zaman kekhilafahan.

Allah SWT berjanji akan menjadikan umat Islam berkuasa di muka bumi jika beriman dan beramal sholeh, serta bisyarah Rasulullah. Maka umat Islam harus berupaya keras melakukan perubahan itu dengan melipatgandakan ketaqwaan, kekuatan, kesabaran, dan upaya agar masa depan peradaban dunia berada di tangan umat Islam yakni dengan tegaknya khilafah ala minhajin nubuwwah.

Di akhir penyampaian materinya Dr. Hafid Widodo mencuplik hadits baginda Nabi SAW.

“Al kayyisu man daana nafsahu wal amila limaa ba’dal mauut. Wal aajizu man atba’a nafsahu hawaaha watamanna alaulooh.” Artinya : orang yang cerdas adalah orang yang mengkoreksi dirinya dan beramal sebagai bekal setelah mati. Orang yang lemah (bodoh) ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah (dosanya akan diampuni tanpa bertaubat).

Acara berjalan dengan khidmat karna selain pemaparan materi dan tausiyah, diselingi dengan video kalimatu tahniah alim ulama dan kreasi al liwa ar roya, serta puisi semangat dakwah oleh ananda Muhammad Irfan Mubarok. Lalu diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Abdul Aziz Pengasuh Majelis Taklim As Salam Gresik.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …