LIQA SYAWAL 1441 H. PASURUAN RAYA : Memelihara Ketakwaan Dengan Mendakwahkan Syariah

Pasuruan, Jatim (shautululama) – Rumah Inspirasi Perubahan menggelar Liqa Syawal 1441 H pada Ahad pagi, (7/6/2020) menghadirkan para ulama, tokoh masyarakat, kalangan intelektual, dan profesional. Kegiatan silahturahmi dan tausiyah bertajuk “Memelihara Ketaqwaan, Semangat Dalam Dakwah” ini diikuti 700 lebih hadirin dan disiarkan secara live di channel YouTube Bromo Bermartabat.

KH. Abdullah Amroni, Pimpinan Ponpes Kyai Sekar Al-Amri dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan atas kondisi Indonesia yang dirundung pandemi Corona. Beliau menyoroti nasib rakyat yang harus menanggung beban berat akibat kelalaian dan kelambanan penguasa dalam menangani wabah penyakit ini.

“Keburukan penanganan pandemi ini berdampak pada semua lini kehidupan, dimensi ekonomi, politik, dan pendidikan. Namun yang disayangkan yaitu penanganan atau protokol yang diterapkan begitu buruk. Saat awal terjadinya wabah yang tampak kelambanan dalam mengantisipasi masuk dan menyebarnya virus corona. Misalnya penguasa hanya mengatur protokol kepulangan santri tanpa follow up selanjutnya, ” jelas Kyai Amroni.

Beliau mengungkapkan semakin besarnya dampak pandemi corona dikarenakan ditegakkannya sistem kapitalis dan liberal saat ini. Penanganan wabah yang memprioritaskan sektor ekonomi khususnya kepentingan segelintir pemodal menimbulkan kesengsaraan pada rakyat.

“Dan solusi terbaik bagi umat Islam adalah syariah Islam. Bukan sistem yang diambil dari luar Islam. Dengan syariah Islam maka dapat diraih kemaslahatan dan keberkahan. Sudah semestinya kita kembali pada syariah dan sistemnya yakni khilafah,” lanjut Kyai Amroni.

Selanjutnya Yusuf Wibisono S.H, Koordinator Cabang LBH Pelita Umat Pasuruan ini mengingatkan tentang semakin buruknya tatanan hukum dan kriminalisasi terhadap para aktivis dakwah yang tetap berjalan di masa pandemi ini.

“Tindakan kriminalisasi terhadap aktivis dakwah, kriminalisasi terhadap siapa pun yang mengkritik kedzaliman rezim. Sudah lazim kita ketahui DPR juga tanpa hati nurani menyakiti kaum muslimin dan rakyat lewat pengesahan UU Minerba, dimana hal ini memberikan karpet merah bagi asing dan korporasi mengeksploitasi SDA milik rakyat,” ungkap beliau.

Menurutnya, kepentingan oligarki, korporasi, dan asing akan terus menjerat Indonesia selama sistem sekuler masih tegak. Hal ini seharusnya menyadarkan kaum muslimin untuk mendakwahkan penerapan syariah dan sistem Islam agar terwujud keadilan dan kesejahteraan di tengah-tengah kehidupan. []

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …