LBH Pelita Umat Dampingi Ulama yang Dikriminalisasi

Surabaya, (shautululama) – Kriminalisasi ulama bukanlah isapan jempol semata, sampai kini kriminalisasi ulama masih terus terjadi. Setelah beberapa ulama sebelumnya dikriminalisasi, kini giliran Gus Nur atau nama lengkapnya Sugi Nur Raharja.

Gus Nur atau Sugi Nur Raharja, diduga
melakukan pencemaran nama baik NU karena videonya yang diedit oleh seseorang.

Pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah memasuki tahapan pemeriksaan saksi. Pada Kamis (13/6), Jaksa menghadirkan 4 (empat) orang saksi, termasuk saksi pelapor, Moh. Ma’rufsyah, dan Kyai Nurudin, Pengurus PWNU Jatim.

Dalam persidangan ternyata terkuak bahwa para saksi termasuk pelapor, Moh. Ma’rufsyah tidak menerima konten video yang didakwakan mencemarkan NU dari Gus Nur.

“Pada Rabu 12 September 2018, Saya mendapatkan video berdurasi sekitar 1 menit 26 detik itu dari Group WhatsApp PWNU Jatim. Dimana video itu diunggah oleh Kiyai Nurudin” ungkap Ma’ruf di persidangan saat ditanya oleh salah seorang tim jaksa penuntut umum.

Senada dengan Ma’rufsyah, Kyai Nurudin yang juga diperiksa sebagai saksi mengakui mengupload video dimaksud ke Group WhatsApp PWNU Jatim. Menurut penuturannya, Kyai Nurudin pada mulanya mendapat video dari Group WhatsApp GUIB Jatim (red. Gerakan Umat Islam Bersatu).

“Saya pada mulanya mendapat video dari Group WhatsApp GUIB, dimana saya termasuk didalamnya. GUIB sendiri kumpulan ormas Islam dibawah payung MUI Jatim dan saya juga anggota MUI Jatim” terang Kyai Nurudin yang juga pengurus PWNU Jatim.

“Karena isi video tidak pantas dan ini menurut saya menghina marwah NU, selanjutnya video itu saya kirim ke group WhatsApp PWNU Jatim, agar bisa ditindaklanjuti oleh pengurus yang lain” tambahnya.

Keterangan Kyai Nurudin ini juga dibenarkan oleh saksi Muhammad Nidzar. Saksi Muhammad Nizar adalah salah satu admin dari Group WhatsApp PWNU Jatim.

Sementara, menurut Gus Nur video yang dipersoalkan saksi dan pelapor bukanlah video unggahannya. Video Gus Nur berdurasi 28 menit 25 detik, sementara video yang dilaporkan berdurasi 1 menit 26 detik.

“Saya membuat video itu untuk menanggapi akun generasi muda NU yang memfitnah saya dan 20 nama ulama lainnya sebagai radikal, Wahabi. Bukan cuma saya yang difitnah, tetapi juga ada Ust Abdul Shomad, LC, Ust Adi Hidayat, Ust Tengku Zulkarnaen, dll” jelas Gus Nur.

“Jadi jelas ditujukan ke akun generasi muda NU, bukan kepada NU. Lagi pula, video saya itu durasinya panjang hampir setengah jam. Di upload di akun resmi saya, Munjiyat Channel. Bukan video yang hanya satu menitan dan dimuat di akun Macan Channel” tambah Gus Nur.

Ahmad, Kuasa Hukum Gus Nur dari LBH Pelita Umat, menyatakan:

Gus Nur dalam perkara ini dianggap telah mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik atas NU secara umum dan Generasi Muda NU secara khusus, sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan bahwa kliennya akan memenangkan persidangan karena karena materi dakwaannya tidak tepat.

Berikut video pernyataan kuasa hukum Gus Nur seusai sidang di PN Surabaya Rabu, 12 Juni 2019

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *