LAGI, ULAMA ASWAJA BERKUMPUL DI LUMAJANG UNTUK MENOLAK KOMUNISASI CINA MELALUI PROYEK OBOR

Lumajang, Jatim (shautululama) –  Proyek OBOR (One Belt One Road) yang digagas Komunis Cina kembali ditolak oleh para ulama dan kaum muslim. Acara yang dilaksanakan pada 17/05/2019 bertajuk “Indonesia Dalam Bayang-Bayang Komunis Cina Lewat Proyek OBOR “ dihadiri puluhan ulama dan tokoh, serta kaum muslimin di Kabupaten Lumajang.

Para ulama yang berkumpul di PP. Mambaul Hikam Suko, Lumajang, Jawa Timur diantaranya yaitu Ust. Muis, Ust. Ashari, Ust. Jamaluddin, KH. Yusuf Bisri, Ust. Nur Huda, Ust. Ichsan dan tuan rumah Gus Gozhali serta beberapa ulama dan tokoh lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan dilanjutkan sambutan oleh penggagas acara ini yaitu Ust. Husni Jamil dari Forum Ulama Aswaja Lumajang, beliau menyampaikan bahwa keberadaan ulama sangatlah penting sebagai garda terdepan membina, mengarahkan dan mendidik umat agar masyarakat tidak terjerumus baik didunia maupun diakhirat.

Apalagi saat ini umat dihadapkan oleh penjajahan gaya baru Komunis Cina lewat proyek OBOR yang mulai berjalan. Disinilah peran ulama mengedukasi masyarakat khususnya bangsa Indonesia untuk bersama-sama menolak komunisasi Cina dan penjajahannya lewat proyek OBOR/BRI.

Selanjutnya Ust. Nur Huda Ketua Forum Ulama Aswaja Lumajang menyampaikan bagaimanapun bentuk kedzaliman harus di lawan, seperti halnya OBOR/BRI yang digagas Cina merupakan kedzaliman juga penjajahan komunis gaya baru terhadap kaum muslimin . maka umat wajib untuk menolaknya.

Kemudian secara tegas Ust. Bajuri pengasuh MT. Daurun Nafa’is mengajak umat agar senantiasa taqwa kepada Allah secara kaffah sehingga umat akan menjadi cerdas, bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, mana kemungkaran mana kebaikan, termasuk kerusakan dan kebusukan komunis Cina dengan membangun proyek OBOR di Indonesia adalah suatu kedzaliman dan bentuk penjajahan yang harus kita tolak.

“Komunis itu punya karakter kejam, maka tidak menutup kemungkinan kekejaman mereka akan kita rasakan bila kita tidak menolak atau melawan” tegas ust. Bajuri.

Terakhir beliau menyemangati para undangan dengan bersama-sama lantang meneriakkan “Siap Tolak OBOR” berkali-kali yang disambut pekikan semangat semua peserta yang hadir.

Dilanjutkan oleh ust. Muis Pengasuh MT. Al Hidayah Jatiroto menyampaikan bahwa Cina telah banyak menggelontorkan dana yang besar untuk proyek OBOR yang menjadikannya sebagai hutang bagi Indoensia yang tentunya disertai bunga ribawi yang tidak sedikit dan haram. Inilah bentuk penjajahan nyata Cina terhadap bangsa ini, oleh karena ini sebagai bentuk kedzaliman maka wajib umat menolaknya.

Terakhir Ust. Ichsan pengasuh MT. Al Ghuroba menyampaikan bahwa penjajahan tidak lagi menggunakan senjata, tetapi dengan memberikan hutang ribawi, dengan teknologi dan juga penguasaan infrastruktur suatu bangsa. Inilah yang dilakukan Cina terhadap negara-negara jajahannya termasuk Indonesia bahkan Cina tidak saja menjajah secara ekonomi tetapi juga akan menjajahkan ideoligi komunis terhadap kita. Oleh karenyanya wajib umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menolaknya OBOR sebelum meluas.

Acara Multaqo Ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Lumajang diakhiri dengan pernyataan sikap para ulama untuk menghindarkan umat Islam dari bahaya dari orang-orang kafir dalam bentuk komunisasi Cina lewat OBOR yang dibacakan oleh Ust. Ashari pengasuh MT. Al Islam Gucialiat [ET]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *