Kyai Zuhdi PP Ar Rahmah Ngawi, Jatim, “Menolak Khilafah, Menolak Seluruh Syariah Islam”

Ngawi, Jatim (shautululama) – KH Zuhdi, ulama muda dari Ngawi, Pengasuh Pondok Pesantren Ar Rahmah Kabupaten Ngawi Jawa Timur, pada acara Multaqa Ulama Ahlu Sunnah Wal jamaah Mataraman Kasepuhan, (Ahad, 26/7/2020), berkenan memberikan nashihahnya untuk seluruh kaum muslimin dalan acara Multaqa Ulama Aswaja Mataraman, Jawa Timur.

“Munculnya fenomena para tokoh yang menolak syariah dan Khilafah kami mengajak kepada para tokoh ulama untuk bermuhasabah dan beristighfar. Satu saja syariah ditolak akan sangat berbahaya sebagaimana ancaman Allah SWT di dalam Surah Al Qalam. Menolak khilafah sama halnya dengan menolak pelaksanaan seluruh syari’ah Islam. Penguasa yang menolak syari’ah dan khilafah sama halnya dengan menolak keberkahan Allah SWT, untuk masyarakat, untuk bumi ini.

Beliau lanjutkan, ketika itu para pemilik kebun hanya tidak mau membagikan hak fakir miskin, Allah begitu murka dan pada gilirannya Allah menghancurkan mereka dengan tentara-tentara Allah. Angin topan yang menggulung kesombongan mereka. Menghabiskan kedustaan yang mereka lakukan kepada Allah dan para Rasul-nya.

Bagaimana jika yang ditolak itu syariah dan khilafah. Tentu Allah akan lebih murka lagi.

KH. Zuhdi, Pengasuh PP. Ar Rahmah, Ngawi, Allah memerintahkan untuk menerima dan melaksanakan syari’ah-Nya, namun penguasa negeri ini menolak dan memusuhi para pejuang khikafah. Wahai penguasa yang memusuhi khilafah, kamu akan berhadapan dengan pemilik khilafah yakni Allah SWT. Dan kamu akan dikalahkan dan dimusnahkan sebagaimana Raja Abrohah al Yamani yang akan merusak Ka’bah.

Mendengar nashihat ini, para hadirin merasa takut akan azab Allah, manakala menolak syari’ah Islam sekalipun hanya sedikit, lebih lebih menolak Khilafah yang jelas ini merupakan ajaran Islam. Dengan Khilafah negeri akan aman sentosa, sejahtera, masyarakat tunduk dan khudu’ kebaikan dunia dan akhirat akan didapatkan.

Saat mereka hendak meraih kekuasaan banyak menggumbar janji-janji manis. Mereka sangat membutuhkan dukungan, butuh suara umat Islam. Namun setelah mereka berkuasa semua tidak ada wujudnya. Justru mereka mengkhianati rakyat, mereka bekerja bukan untuk melayani rakyat tetapi justru mereka bekerja untuk kepenting asing dan aseng yang telah menjadi sumber pendanaan mereka berkuasa. Sementara rakyat hanya dijadikan komoditas, rakyat justru dijadikan musuhnya, beberapa ulama, aktifis Islam yang mendakwahnya islam, yang mengkritik kebijakan penguasa justru dipersekusi. Para ulama yang mendakwahkan khilafah dituduh sebagai ancaman bagi negara, padahal para ulama ini menyampaikan nasehat agar negeri ini menjadi lebih baik, lebih mensejahterakan rakyat.

Maka penguasa yang hidup dalam sistem seperti ini, yang dholim, mengkhianati amanah umat, harus dijauhi, tidak perlu ditaati mereka, tidak membenarkan janji palsu mereka, tidak mendukung dan terakhir harus mengingatkan kepada penguasa seperti ini.

Sebaliknya, kami mengajak para pemegang kekuasaan, para pemegang amanah, pemegang simpul-simpul umat, mari kita hidup diatur dengan syariah di bawah naungan khilafah sebagaimana telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Saw serta para khalifah.

Terakhir, beliau ingatkan, ulama harus menjadi garda terdepan, dalam membimbing umat menuju perubahan kearah islam, agenda umat islam, bukan mendukung agenda poltik para politisi yang haus kekuasaan dan jabatan semata. Ummat Islam jangan mudah percaya janji-janji palsu penguasa, seakan peduli kepada rakyat dengan memusuu radikalisme, namun hakekatnya mereka bekerja untuk kepentingan penjajah asing dan aseng.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …