Kyai Yasin Banten, Khilafah Warisan Rasulullah Saw

0
98

Banten, (Shautululama) —Ulama senantiasa menyertai FGD Online ke-10 Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD). Bertajuk “Bersatu Melawan PKI Gaya Baru di 2020 ?” Sabtu (26/9/2020) pukul 08.00 sd 11.30 WIB. Selain KH Hasan Abdulloh Sahal (Pimpinan Ponpes Gontor Ponorogo) hadir pula KH. Yasin Munthohar – Mudhir Ma’had Al Abqary – Banten.

Beliau memberikan pencerahan dan dukungan yang luar biasa kepada peserta FGD PKAD ini. KH Yasin mengingatkan jika terdapat perkara besar dalam agama. Selain wabah pandemi Covid-19 banyak masalah yang menimpa agama Islam. Tak lupa sitiran kalam dari Imam Ibnu Abdli Bar:

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

“Wahai Saudaraku di antar amanusia ada seperti binatang. Rupanya seperti manusia yang bisa mendengar dan melihat. Dia sadar terhadap musibah yang menimpa harta, dirinya, jiwanya, tetapi ketika dia ditimpa musibah di agama dia tidak sadar.”

Sebenarnya persoalan yang membelenggu umat Islam ini sudah berlangsung lama sejak ditanggalkannya sistem pemerintahan Islam. Hari ini dunia muslim didominasi kapitalisme dan komunisme. Yang dahulu komunisme diusung oleh negara adidaya.

“ Fungsi Islam menjaga agama. Peran dari individu. Menghadapi komunisme harus ada pencerahan “Bahaya Komunisme dan Kapitalisme”. Komunisme bisa jadi bahaya yang belum nyata, tapi sudah nyata bagi beberapa kalangan. Ada bahaya juga yang sedang bercokol yaitu kapitalis. Ada komunis kapitalis dan kapitalis yang komunis,”tegasnya.

Langkah membabat habis juga harus dilakukan secara jamaah. Hendaklah ada kelompok yang amar ma’ruf nahi munkar dari ragam komunitas harus bangkit dari kamu muslim. Baik kalangan professor, ulama, ilmuwan, intelektual, dan lainnya.

“Tugasnya jelas amar ma’ruf dan nahi munkar. Amar Ma’ruf yang besar untuk mengajak berislam. Kemungkaran yang terbesar ialah bercokolnya kekufuran. Apapun bentuknya. Bagi kita semua kekafiran adalah sama. Komunisme adalah kafir,”tambahnya.

Terdapat sesuatu yang absen saat ini. Tatkala umat ini mencari cara untuk mengatasi masalah. Padahal cara efektif yang menjaga agama dari ancaman komunisme dan kapitalisme ialah negara.

“Bahkan, Nabi berdoa: Ya Allah jadikan untukku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong,”terang Ulama yang juga Mundhir pesantren yang mencetak generasi pejuang.

Bahaya laten komunisme tidak hanya menyerang individu, tapi juga menyerang umat Islam. Menyerang dunia kaum muslimin.karena nya harus ada cara untuk berfikir out of the box.

“Kita berharap kepada pemerintah yang ada yang ternyata rezim tidak mampu berbuat. Harus berfikir lain agar umat bangkit baik secara historis dan faktual yaitu dengan Khilafah Islamiyyah,”serunya.

Pesan KH Yasin yang paling penting bahwa ada tiga hal yang menjadi warisan terbesar umat Islam. Pertama, Rasulullah mewariskan syariah. Ini menjadi sumber imunitas dari bahaya komunis dan kapitalis. Kedua, Allah meninggalkan umat ini ada para ulama pewaris nabi. Ketiga, sistem pemerintahan (khilafah). Semenjak Rasulullah menegakkan daulah Islam di Madinah. Berlanjut khulafaur rasyidin dan khalifah sesudahnya.

Acara diskusi FGD yang menghadirkan ulama ini berharap membawa perubahan dan keberkahan. Harapannya umat bisa dituntun ulama untuk berjuang dan terus berada terdepan di jalan Islam. Umat pun rindu ulama yang mukhlis dan hanif. Yang tak gentar melibas komunis dan kapitalis.[hn]