Kyai TB Zamakhsyari Banten, Ulama Pelopor Perjuangan Bangsa Ini

0
331

Banten, (shautululama) – Pada Multaqa Ulama Aswaja Banten yang dilaksanakan pada  Ahad, 20 September 2020 yang lalu, salah satu ulama pininjul Banten yang menyampaikan kalam minal ulama adalah KH. TB. Zamakhsyari. Beliau menyampaikan hadist

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Saat ini kemunkaran banyak terjadi, dan bahkan dilakukan oleh para penguasa. Dalam sejarahnya, para ulamalah yang menjadi pelopor perjuangan bangsa ini hingga penjajah hengkang dari negeri ini. Para ulamalah yang memahamkan umat akan Syariat Islam yang agung yang justru saat ini para penguasa malah hendakmemadamkannya. Bidikan pertama adalah dengan mengeliminasi peran ulama melalui kriminalisasi, penyeretan kepada kasus hukum hingga pada pembunuhan. Saat inilah afdholul jihad sangat mungkin terlaksana yaitu melalui penyampaian nasehat dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar pada penguasa.

Sesungguhnya, umat Islam akan hancur atas 3 perkara :
Jika Umat Islam saling berbangga diri dan memuliakan dalam urusan dunia (harta, tahta, wanita).

Urusan dunia hanyalah setetes air di tengah lautan akhirat yang tak bertepi. Namun jika umat Islam lebih menyiapkan dunia dan mengesampingkan akhirat, maka di situlah kehancuran umat akan terjadi.
Jika umat Islam meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan perangkat yang menjaga Syariat Islam terus dijalankan dan tidak ditinggalkan. Jika kaum muslimin meninggalkan perkara ini, maka disitulah kehancuran umat akan terjadi, kemaksiatan serta kezhaliman akan merajalela dan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan umat manusia.

Jika umat Islam saling mencaci dan berseteru
Perkara cabang yang sejatinya memungkinkan perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, namun jika perkara ini menjadikan umat Islam melepaskan ikatan jama’ah maka disitulah kehancuran umat akan terjadi.

Untuk saat ini, kaum muslimin tidak lagi perlu polemik berkepanjangan. Dibutuhkan gerak nyata berupa penyatuan langkah dan gerak menuju tegaknya syariah dan khilafah. Tokoh yang juga cucu KH. Tb. Ismail sebagai salah satu tokoh penggerak Geger Cilegon ini berharap dan berdoa semoga dirinya mampu meneruskan perjuangan kakeknya sebagai pejuang syariah dan khilafah.