Kyai Syamsuddin, Kewajiban Adanya Khilafah “Mujma’ Alaih”

Kalau kita berbicara tentang Khilafah, Imamah, atau Imaratul Muslimin maka kita dengan sangat mudah bisa menemukan istilah-istilah ini, termasuk juga penjelasan-penjelasan rincinya di dalam kitab-kitab yang ditulis para ulama min ahli sunnah wal jamaah, para alim ulama yang mu’tabarah.

Tadi disampaikan bahwasanya imamah wal khilafah wa imarotul mukminin itu merupakan perkara yang dari sisi kewajiban merupakan perkara yang mujma alaihi bukan persoalan mukhtalafubihi. Jadi, perkara yang sudah disepakati kewajibannya oleh para ulama min ahli sunnah wal jama’ah. Dari sisi urgensitas atau dari sisi muhimmahnya Khilafah. Pentingnya Khilafah/Pentingnya Imamah bagi kaum muslimin, bagi kelangsungan penerapan agama Islam.

Di dalam kitab yang dikarang oleh salah seorang ulama besar bermazhab Syafi’I Imam Abu Ma’li Al Juayyni As-syafi’I atau lebih masyur dikenal dengan nama Imamul Haromain Rohimahullahu Taala di dalam salah satu kitab beliau yang masyur, yakni kitab Al-Irsyad, maka kita bisa menarik kesimpulan bahwasanya para ulama min ahli sunnah wal jama’ah telah menempatkan Imamah, atau Khilafah itu sebagai persoalan yang sangat-sangat penting.

Bahkan kita diwanti-wanti oleh para ulama untuk tidak keliru atau tidak salah dalam masalah imamah ini. Jadi, kitab Al Irsyad ini adalah satu kitab yang yang membahas masalah-masalah aqidah atau masalah-masalah ushuluddin. Menariknya, meskipun kitab Al-Irsyad dominan mengkaji masalah-masalah aqidah, ternyata di dalam kitab ini juga dibahas masalah Imamah.

Tapi beliau menjelaskan, mengapa para ulama min Alhi Sunnah wal Jamaah termasuk beliau sendiri mengkaji masalah Imamah di dalam buku-buku tauhid. Beliau menjelaskan, bukan berarti para ulama ahlus sunnah wal jamaah itu memasukkan bab Imamah atau Khilafah dalam persoalan Aqidah atau Ushuluddin. Tetapi persoalan Imamah Wal Khilafah masuk kedalam bab syariah ini untuk membedakan pandangan para ulama ahlu sunnah wal jamaah dengan pandangan kelompok syiah yang menyatakan Imamah itu termasuk perkara Aqidah.

Di dalam kitab Al-Irsyad, beliau menjelaskan bahwah pembicaraan para ulama masalah Khilafah atau imamah dalam buku-buku tauhid, bukan berarti bahwa para ulama memasukkan kedalam ushulul ‘itiqad, laisa min ushulul I;tiqod. Beliau mengatakan, bahaya bagi orang yang keliru masalah Imamah atau Khilafah lebih besar dibandingkan orang yang bodoh atau tidak mengetahui salah satu bagian dari ushuluddin.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …