Kyai Rokhmat S Labib: Mengatur Negara dengan Islam adalah Sunnah Nabi dan Sunnah Khulafaur Rasyidin

0
149

Jakarta, (shautululama) – Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, Kamis, (29/10/2020) secara daling, KH. Rokhmat S. Labib, Ulama Aswaja Jakarta, mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali-Imran ayat 31.

Artinya, “Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian”.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Lanjut Kyai Labib, begitu beliau biasa dipanggil, siapa saja yang mengaku cinta kepada Allah SWT harus dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah SAW.

“Artinya, barang siapa yang mengaku cinta Allah SWT tetapi tidak mengikuti Rasulullah SAW maka cintanya palsu!”

Dalam peringatan Maulid Nabi- Cinta Nabi Cinta Syariah, Cinta Nabi SAW: Tegakkan Syariah, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kezaliman, yang dilaksanakan secara daling, beliau kupas bahwa wujud dari cinta kepada Rasulullah SAW, tentu syariah yang diambil tidak pilih-pilih seperti parasmanan, tetapi harus diambil secara keseluruhan. Tidak hanya syariah dalam mengatur individu tetapi juga dalam perkara berkenegaraan”.

Lalu Kyai Labib mengutip hadits Riwayat Abu Daud dan At Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk)”.

Tentu saja itu termasuk sunnah Nabi dan sunnah Khulafaur Rasyidin dalam mengatur negara. Berdasarkan sunnah Khulafaur Rasyidin, kedaulatan di tangan syara’ (bukan di tangan rakyat). Inilah pemerintahan berdasarkan sunnah Rasulullah dan sunnah Khulafaur Rasyidin,” ungkap beliau.

Menurut Ustadz Labib, menggunakan hukum syara’ dalam semua perkara pastilah muncul keadilan, sebaliknya bila suatu perkara tidak diatur dengan syariah maka muncullah kezaliman.

“Semua tindakan yang tidak berdasarkan syariah itu merupakan tindakan dzalim pelakunya orang yang dzalim”, tegas Kyai Labib.

Lalu beliau mengutip firman Allah SWT Surat Al Kaidah: 45

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang dzalim,” (hs)