Kyai Iwan Januar, Majlis Udati Fatimah, Hanya dengan Islam Umat akan kembali Mulia

Bogor, (shautululama) – “Hanya dengan Islam Umat akan kembali Mulia. Dan dengan menerapkan syariat Islam dalam naungan khilafah Islamiyah saja, kemuliaan dan kejayaan itu bisa diwujudkan” ungkap Kyai Iwan Januar, pada acara Multaqa Ulama Aswaja Kota Bogor, Kiprah Ulama Cinta Negeri, Ahad 27 Desember 2020.

Hampir setahun kita terpapar pandemi virus corona yang memberikan dampak baik ekonomi, pendidikan dan terlebih kesehatan, tidak kuniung surut bahkan bertambah, hari ini saja sudah lebih dari 700 ribu terinveksi dan tingkat kematian menurut WHO sudah berada diatas tingkat kematian rata-rata di dunia.

Yang kita prihatinkan adalah munculnya pernyataan pejabat pemerintah yang mengatakan bahwa ini semua terjadi karena rakyat Indonesia sedang menggali kuburannya sendiri artinya secara tidak langsung atau secara langsung, rakyat yang disalahkan, dianggap mereka teledor, lalai sehingga kemudian bertambah luas pandemi ini.

Betul Bahwasanya ada di antara masyarakat yang tidak peduli dengan wabah ini tapi yang lebih bertanggungjawab sebetulnya adalah pemimpin, yang mereka telah diberikan amanah, yang semestinya meriayah dan melindungi masyarakat, malah justru banyak mengabaikan dan melepas diri dari kewajiban tersebut. Misalnya bagaimana kita bisa melihat betapa minimnya upaya dari negara mendisiplinkan warga, kemudian negara menolak melakukan lokdown atau PSBB di awal pandemi. Juga tidak mau atau hanya memberikan sedikit bantuan untuk menanggung biaya hidup masyarakat yang sebetulnya bila sejak awal negeri kita ini melaksanakan kebijakan Lockdown, kemudian masyarakat diberikan jaminan kehidupan, maka masalah pandemi ini akan lebih mudah untuk dituntaskan dan lebih cepat untuk selesai.

Tapi bersikukuh tidak mau mengambil kebijakan Lockdown dan tidak mau menjamin kehidupan masyarakat selama masa lockdown, maka pada hari ini kita merasakan justru pandemi semakin menjadi-jadi dan bertambah banyak saudara kita yang terkena infeksi.
Sesungguhnya pandemi ini yang telah menyebabkan penderitaan, merupakan teguran dari Allah SWT karena umat manusia telah menyombongkan diri dengan sistem aturan yang bukan datang dari Allah dan merasa bisa hidup tanpa aturan Allah SWT, sebagaimana Allah SWT mengingatkan di dalam Alquran, Allah SWT berfirman

“Dan jika kami hendak membinasakan satu negeri kami perintahkan kepada para pembesar dan para pejabat untuk taat kepada Kami, tapi mereka melakukan kefasikan membangkang perintah Allah SWT, mereka pantas mendapatkan ketentuan Kami, dan Kami hancurkan negeri itu”

Manusia hari ini termasuk negeri ini berpaling dari syariat Allah SWT bahkan menolaknya dan memusuhi Islam dan syariatnya. Kita melihat terpuruk luar biasa, misal maskapai penerbangan dunia diperkirakan mengalami kerugian hingga 1.192 triliun rupiah, yang semula mereka membanggakan sebagai bisnis yang paling menguntungkan, sehingga banyak pemutusan hubungan kerja.

Ini karena sombongnya manusia berpaling dari Allah SWT, maka Allah SWT timpakan keadaan seperti ini namun ternyata manusia tidak kunjung jera, masih tetap berpaling dari ajaran Allah SWT, seakan mereka sedang mengulangi skenario yang menimpa Firaun dan para pengikutnya sebagaimana yang disampaikan dalam Alquran.

Marilah kita kembali kepada ajaran Islam, bukan hanya berdoa, berzikir dan membacakan Qunut nazilah saja, karena penanganan terhadap wabah ini di dalam Islam, negara diharuskan untuk menjamin kesehatan dan kehidupan masyarakat. Negara tidak boleh mengabaikan dan berdiam diri, menyediakan berbagai fasilitas kesehatan, tidak seprti ini, bahkan vaksin yang digadang-gadang akan menjadi solusi, ternyata adalah permainan bisnis kaum kapitalis pemilik perusahaan vaksin yang diperkirakan mereka mendapatkan keuntungan sampai 850 triliun dengan menjual vaksin kepada negara-negara yang terkena wabah pandemic.

Dalam Islam negara yang harus menangani semua ini harus menyediakan sarana dan pelayanan kesehatan bagi warga yang sakit, negara juga memberikan jaminan kehidupan bagi masyarakat termasuk negara akan menjaga protokol kesehatan dan menjamin semua aktifitas ibadah, pendidikan dan ekonomi tetap berjalan, serta warga yang sakit terawat sebaik-baiknya.

Pandemi ini yang telah menimpa ratusan negara dan telah membunuh jutaan manusia, merupakan ayat-ayat Allah SWT, agar kita kembali kepada agama Allah SWT. Hari ini kita menyaksikan semua negara yang menjalankan sistem selain Islam, yang tidak menjalankan syariat Islam telah gagal untuk menjamin kehidupan masyarakatnya dan gagal juga untuk menjamin ketersediaan sarana kesehatan. Menjamin vaksin bagi masyarakat serta gagal untuk menjaga kemuliaan umat manusia.

Pada bagian inilah kita sebagai hamba-hamba yang mengaku beriman kepada Allah SWT sudah semestinya kembali kepada syariat Allah, kembali kepada Islam bukan sekadar untuk berdzikir, berdoa, membaca Qunut nazilah, tapi yang lebih utama adalah menerapkan syariat Islam dan berjuang untuk itu. Karena hanya Islam satu-satunya solusi, satu-satunya obat atas penyakit manusia baik penyakit lahir maupun penyakit batin, karena Islam datang dari Allah Azza wa Jalla. Allah menjamin bahwa nanti ketika umat manusia beriman dan bertakwa segala keberkahan akan datang, sebagaimana firmannya yang artinya
“seandainya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, maka pasti akan Kami buka keberkahan dari langit dan bumi”

Mudah saja bagi Allah SWT untuk mencabut bala Wal waba, termasuk pandemi ini karena hakekatnya semua penyakit datang dari Allah dan Allah yang bisa menghilangkan penyakit itu. Syaratnya kita menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT.

Para ulama harus memberikan gambaran kepada umat Islam sebagai sistem kehidupan yang utuh yang mengatur dari mulai masalah mandi jinabat sampai menyusun hukuman, pemerintahan dan sistem politik yang jelas termaktub di dalam kitab-kitab karangan para ulama Salafus Sholeh yang tidak bisa dibantah semua datang dari Quran dan sunnah.

Maka sebagai penutup di penghujung singkat ini al-faqir menyampaikan satu kalam dari Al Musthofa Nabi Muhammad saw, Beliau bersabda,

”Siapa yang memimpin kaum muslimin tapi menyusahkan urusan kaum muslimin, Allah akan melaknatnya” maka para pemimpin yang hari ini mengabaikan urusan kaum muslimin, mengabaikan urusan masyarakat dan juga mencampakkan syariat Islam bahkan menunjukkan permusuhan dan pembangkangan terhadap ayat-ayat Allah, sungguh sangat mengerikan Karena nabi telah mengingatkan, bahwa mereka ditimpa laknat dari Allah Azza wa Jalla.

Negeri Ini Membutuhkan solusi dan Imam Malik rohimahullah mengatakan bahwa “umat yang akhir ini tidak mungkin bisa diperbaiki melainkan dengan apa yang dulu pada bagian awalnya telah diperbaiki” yakni dengan Islam.

Apabila bangsa Arab yang dulu jahiliyah bisa menjadi mulia dengan Islam, maka hari ini kita pun kaum muslimin yakin bahwa hanya dengan kembali pada Islam, kehinaan dan kekalahan akan pudar, yang datang adalah kemenangan, pertolongan dan kejayaan, semua hanya dengan kembali kepada syariat Allah di dalam naungan Khilafah Islamiyah, karena tidak mungkin bisa menegakkan syariat di dalam sistem demokrasi kapitalisme apalagi komunisme.

Masa umat hanya Islam dan dengan Islam kita bisa kembali mendapatkan kejayaan dan kemuliaan serta menghilangkan segala kehinaan dan kesusahan diganti dengan keberkahan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …