Kyai Hernan, Ponpes Ath Thohirin, Perjuangan Penegakan Khilafah di Negeri Ini Memiliki Landasan Syar’i, dan Secara Historis Nusantara adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Negeri Islam

Bogor, (shautululama) – “Perjuangan penegakan Khilafah di negeri ini memiliki landasan syar’i, dan secara historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah”, ungkap Kyai Hernan, Ponpes Ath Thohirin, pada acara Multaqa Ulama Aswaja Kota Bogor, Kiprah Ulama Cinta Negeri, Ahad 27 Desember 2020.

Pada kesempatan kali ini alfaqir mengajak mari kita rapatkan barisan, teguhkan perjuangan, bersama-sama melanjutkan dakwah Islam untuk tegaknya syariah dan tegaknya Khilafah di bumi ini.

Kita melihat Bagaimana kondisi carut-marut negeri ini, ketidakadilan dan kedazaliman secara vulgar dipertontonkan dan kita tentu merasa geram dengan kemaksiatan yang banyak terjadi di negeri ini, para ulama dikriminalisasi, para aktivis Islam bahkan dengan sadis dibantai dan tentu ini semuanya membuat kita semakin marah, untuk itu kita harus bersama-sama mengambil langkah tegas merapatkan barisan, menguatkan komitmen dakwah kita, untuk tegaknya syariah dan Khilafah.

Kita memahami bahwa penegakan Syariah merupakan perintah dari Allah SWT, sebagaimana firmanNya :”Maka berhukum lah kalian dengan hukum yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada kalian dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu mereka”
Kondisi hari ini telah jelas bahwa tidak diterapkan Islam dan diterapkan sekularisme demokrasi kapitalis yang telah nyata-nyata membawa kerusakan, penderitaan kepada kaum muslimin.

Perjuangan untuk tegaknya Kemuliaan Islam dan kaum muslimin, memiliki landasan yang syara ini sebagaimana Allah berfirman :”Kami akan menjadikan di muka bumi ini Khalifah”, Imam Al qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini adalah hukum asal tentang wajibnya mengangkat seorang khalifah, beliau menegaskan bahwa tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban mengangkat khalifah ini di kalangan umat dan para imam mazhab kecuali pendapat yang diriwayatkan al asham dan siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya.

Begitu pula dalam as-sunnah, Rasulullah Saw bersabda: “barangsiapa yang mati dan dipundaknya tidak ada baiat maka matinya seperti mati jahiliyyah”, bahwa mengangkat seorang Imam/Khalifah itu hukumnya wajib. Ijma sahabat yang merupakan sebuah dalil syar’I setelah Alquran dan as-sunnah, sahabat menetapkan bahwa kewajiban menegakkan Khilafah tidak boleh diabaikan atau dicampakkan seakan tidak berharga.

Imam Al Haitami menegaskan bahwa sungguh para sahabat telah bersepakat bahwa mengangkat seorang Imam atau khalifah setelah zaman kenabian berakhir adalah wajib, bahkan mereka menjadikan upaya mengangkat Imam atau khalifah itu sebagai kewajiban yang paling penting, dimana mereka menyibukkan untuk itu dan menunda sementara sementara kewajiban menguburkan jenazah Baginda yang mulia Rasulullah saw.

Kewajiban menegakkan Khilafah juga didasarkan kepada kaidah syar’i, “ apa saja yang menyebabkan terlaksananya kewajiban karena sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib”. Selain itu para imam madzhab juga menegaskan hal yang sama terkait dengan kewajiban untuk menegakkan dan mengangkat seorang Kholifah adalah wajib. Secara historis tidak bisa kita lupakan bahwa Khilafah itu pernah ada, pernah tegak di muka bumi ini, adanya Khilafah di dalam sejarah kehidupan umat Islam itu telah diabadikan di dalam kitab-kitab tarikh yang ditulis oleh para ulama sebut saja tarikh al Umam wal muluk karya Ath Thobari, Al Kamil fi Tarikh, albidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Tarikh Khulafah karya Imam suyuthi dan yang lainnya.

Sejarah selama 14 abad umat Islam di seluruh dunia hanya dipimpin oleh seorang Khalifah kecuali setelah runtuhnya Khilafah pada tahun pada tanggal 3 Maret 1924 masehi, dan sepanjang sejarah tidak ada satupun hukum yang diterapkan kecuali hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan, baik sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, sanksi hukum dan politik luar negeri.

Dan melihat Islam sampai ke nusantara dan menyaksikan bagaimana hubungan antara kekhilafahan Islam dengan nusantara, ini tidak bisa dilepaskan dari sebuah proses dakwah islam ke seluruh penjuru dunia yang dilakukan oleh para khalifah dan para walinya. Sebagaimana Teori Mekah yang disampaikan oleh Buya Hamka bahwa proses Islamisasi di negeri ini sudah terjadi sejak abad ke-7 masehi, duta Islam dari Semenanjung Arabia telah datang ke nusantara bahkan telah membangun perkampungan Islam di pesisir Utara dan Barat kepulauan Sumatera.

Jadi secara historis bahwa Khilafah memiliki hubungan yang sangat erat dengan negeri ini.
Dengan adanya landasan syar’i dan bukti historis bahwa Khilafah pernah ada dan pernah memiliki hubungan yang sangat erat dengan nusantara, semakin meyakinkan kita dan semakin menguatkan langkah kita untuk sama-sama berjuang, menguatkan Barisan di dalam dakwah islam ini sampai syariah dan Khilafah tegak di muka bumi.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …