Kyai Aziz Gresik, Hukumnya Wajib Menasehati Penguasa yang Kebijakannya Membahayakan Umat, dan Bertentangan Dengan Sunnah Nabi

Gresik, Jatim (Shautululama) – Ahad, 1 November 2020, Pengasuh Majelis Taklim As Salam Gresik Kyai Abdul Aziz mengatakan bahwa wajib mengoreksi penguasa yang menerapkan kebijakan membahayakan umat dan bertentangan dengan tuntunan Nabi SAW.

Menurutnya, perintah amar makruf nahi mungkar sebagai ciri khas dan kewajiban seluruh umat islam. “Baginda Rasulullah SAW bersabda “Man ra’a minkum munkaran fal yughayyirhu biyadih, fa in lam yastathi’ fabilisaanih, fa in lam yastathi’ fabiqalbih, wa dzalika adh’aful iman.”

Siapa saja diantara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika dengan lisan pun tak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu ( mengingatkan dengan hati ) adalah selemah-lemah iman. (HR. Muslim).

“Maulid Nabi SAW menjadi momentum yang sangat tepat untuk melakukan amar makruf nahi mungkar, khususnya memberikan nasehat kepada para penguasa yang menerapkan kebijakan – kebijakan yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW,” ujarnya dalam acara Multaqo Maulid Nabi SAW 1442 H : Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Aturan Dzalim Produk Demokrasi dan Bela Rasulullah Muhammad SAW Dengan Menegakkan Syariah-Khilafah, Minggu (01/11/2020) secara daring.

Beliau memaparkan bahwa kebiasaan melaksanakan amar makruf nahi mungkar sebagai ciri khas umat Nabi SAW. “Umat terbaik yang peduli pada sesamanya apalagi sesuatu yang membahayakan umat islam sebagaimana firman allah SWT dalam surah ali Imran 110.” terangnya

Menurutnya, seseorang yang mengaku cinta Rasulullah SAW, tetapi tidak peduli dengan urusan kaum muslim maka dia bukan termasuk golongan Nabi SAW. Hal ini dijelaskan dalam hadits “Barangsiapa yang tidak peduli urusan kaum Muslimin, Maka Dia bukan golonganku.”(HR. Ath Thabrani, Al Hakim, Al Baihaqi). Tuturnya.

“Oleh karena itu, umat Islam harus mengedepankan kebiasaan dan ciri tersebut. Harus melihat dan memahami fakta dan kondisi. Mampu memilah dan memilih apakah disampaikan secara terang-terangan atau secara individu. Sebagaimana kisah Khalifah Umar bin Khatthab RA.” ungkapnya

Terakhir Kiai Aziz menepis opini bahwa tidak boleh mengkritik penguasa atau melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap penguasa. Di sisi lain, Rasulullah–shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– pun secara khusus telah memuji aktivitas mengoreksi penguasa zalim, untuk mengoreksi kesalahannya dan menyampaikan kebenaran kepadanya: “Sebaik-baik jihad adalah perkataan yang benar kepada pemimpin yang zhalim.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, Abu Dawud, al-Nasa’i, al-Hakim dan lainnya)“, pungkasnya

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …