Kyai Ahmad Zainuddin: Khilafah Janji Allah dan Kabar Gembira dari Rasulullah

Karawang, (shautululama) – Dalam acara Multaqo Ulama Aswaja regional Karawang-Purwakarta yang diselenggarakan oleh Forum Mudzakaroh Ulama pada hari Kamis tanggal 21 Mei 2020 , Kyai Ahmad Zainuddin Pimpinan Pondok Pesantren Al Husna Cikampek menyampaikan kabar tentang janji Allah dan kabar gembira dari Rosulullah tentang akan kembalinya Khilafah Islam.

Kewajiban menegakkan kembali Khilafah Islam adalah salah satu kewajiban yang sudah dilupakan oleh umat Islam. Negara Islam yang akan menerapkan semua aturan Islam secara kaafah di tengah-tengah umat dan mengeban syariah Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad.

Hal ini telah disepakati oleh para ulama ahlus sunnah wa al jama’ah berdasarkan dalil-dalil yang ada dalam Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ para sahabat, salah satunya yang disampaikan oleh Imam Nawawi dalam syarah Sahih Muslim, yakni bahwa “Para sahabat telah bersepakat sesunguhnya wajib atas seluruh kaum muslimin untuk membaiat menegakkan khilafah, bahkan para sahabat telah bersepakat seandainya kaum muslimin tidak hidup dalam naungan Khilafah, maka waktunya maksimal hanya 3 hari saja. Dan saat ini sdh hampir 100 tahun sejak 3 Maret 1924, Umat Islam hidup tidak dalam naungan Khilafah Islam. Maka Imam Zakaria Al Anshari menyatakan seluruh kaum muslimin berdosa, kecuali mereka yang berjuang menegakkan khilafah. Tentunya masih banyak lagi nash-nash maupun qaul ulama yang mewajibakan menegakkan Khilafah.

Kembalinya Khilafah Islam merupakan keniscayaan karena ini adalah janji Allah SWT, sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Surat An Nur : 55

وعد الله الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا يعبدونني لا يشركون بي شيئا ومن كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An Nur : 55)

Beliau juga menyampaikan dengan tanpa Khilafah maka persatuan Umat Islam terkoyak. Sebagian Syariah Islam tidak bisa dilaksanakan, darah umat Islam tertumpah, harta umat Islam terjarah. Islam tidak bisa diwujudkan menjadi Rahmatan lil ‘Alamin, bahkan Islam tidak bisa melindungi para ulama yang dizalimi.

Terkait dengan pandemic COVID-19, Beliau menyampaikan bahwa perubahan pasca pandemi Covid-19 merupakan keniscayaan, namun perubahan tersebut harus dimanfaatkan oleh umat Islam agar perubahan yang terjadi adalah perubahan kearah Islam dengan tegaknya Khilafah Islam.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …