Kutuk Penghina Nabi, Tolak Omnibus Law Ulama Aswaja Kota Bogor Ber-multaqa

Bogor (shautululama) — Siapa yang ridho Nabi Muhammad SAW dihina? Sebagai umat yang cinta nabi cinta syariah, bangkit membela itu jawabannya. Ahad (1/11/2020) berkumpul para ulama, kyai- asatidz, habaib menggelar Multaqo Ulama Aswaja Kota Bogor. Bertajuk “Kutuk Penghina Nabi SAW, Tolak Demokrasi dan Kebebasan, Batalkan Undang-Undang Omnibus Law yang Dzalim”.

Agenda ini meneguhkan ihtimam para ulama terhadap kondisi umat menyikapi pengesahan UU Omnibuslaw Cipta Kerja dan penghinaan Nabi atas nama kebebasan berekspresi.

Shohibul fadhilah al-mukarram Ust. Abdurrasyid (Majlis al Amirin) menyambung hangat peserta yang hadir. Dilanjutkan pembacaan ayat suci al qur’an oleh shohibul fadhilah almukarram ustadz Maryana.

Shohibul fadhilah almukarram Ust. Faturahman (Mudir Ma’had Inqilabiy) Rois Multaqo menyampaikan bahwa Multaqo kali ini yang menyoroti demokrasi yang telah memproduksi undang – undang dzalim yang akan lebih menyengsarakan rakyat.

“Saat yang sama pula momentum maulid ketika umat islam begitu berbahagia menyanjung dan merindukan sayyidina Muhammad saw kembali luka ditoreh. Atas nama kebebasan berkespresi dalam demokrasi Nabi Muhammad dihina.”tandasnya

Selanjutnya, Shohibul Hajah dari Majlis IKhwanur rasul shohibul fadhilah almukarram Ust. H. Anas Nasrullah menegaskan bahwa inilah bentuk ihtimam dari para ulama sebagai warosaul anbiya warmursalin dan garda terdepan penyelamat umat.

“Kewajiban ulama untuk amar makruf dan nahi munkar, ihtimam terhadap urusan agama dan ummat, serta memberikan muhasabah terhadap penguasa. Ulama, sebagai ahli ilmu harus sejalan antara amal perbuatannya dengan ilmunya,” serunya.

Tambahnya, “Dan bahwa demokrasi yang telah melahirkan undang-undang dzalim yang menyengsarakan dan mengakibatkan penghinaan terhadap Rasulullah saw untuk itu sudah saatnya ulama dan umat menolak demokrasi dan kembali kepada syariat Islam yang agung dalam bingkai warisan Rasulullah saw yakni Khilafah ala minhajin nubuwwah.”

Shohibul fadhilah almukaram KH. Anwar Iman, Pembina Majlis Lentera Dakwah, mengajak peserta untuk peduli urusan umat. Salah satunya Muhasabah Lil Hukam. Beliau pun mengutuk penghinaan Nabi Muhammad saw dan mengajak ulama dan umat untuk berjuang demi tegaknya syariah Islam.

“Demokrasi dengan hukumnya melahirkan UU yang dzalim dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw atas nama kebebasan hal inilah seharusnya menjadi renungan bagi kita untuk menolaknya dan kembali kepada syariat Islam,”seru almukaram Ust. Iskandar Hasibuan,

Acara ini kembali menguhkan Ulama menjadi bagian terdepan dalam perubahan dunia menuju Islam. Ulama tidak boleh diam apalagi membiarkan kondisi umat yang dalam kehinaan oleh musuh-musuh Islam. Saatnya ulama bersama-sama memperjuangkan syariah dan khilafah. Islam terjaga menjadi rahmat bagi seluruh dunia.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …