Komunisme dan Kapitalisme Membawa Mafsadat dan Madharat, KH M Khairi Sulaiman Serukan Kembali Kepada Islam Kaffah

Surabaya, (shautululama) —Peristiwa G30S PKI menjadi bahasan menarik untuk kembali menunjukkan kerusakan dan kegagalan ideologi komunisme. Untuk itulah Multaqa Ulama Aswaja se-Nusantara digelar secara virtual pada Ahad (17/10/2021).

Ulama Aswaja kini menjadi garda terdepan dalam membentengi umat. Bertajuk “Bahaya, Mafsadat dan Madharat Ideologi Buatan Manusia, Pelajaran dari Pemberontakan PKI, Saatnya Kembali Kepada Islam Kaffah”

KH M. Khairi Sulaiman sebagai shohibul hajjah membuka acara dengan sangat menarik. Ulama dan umat Islam diingatkan kembali atas memori sejarah yang pernah terjadi.

“Setiap akhir September diingatkan peristiwa yang menorehkan luka yang sangat dalam. Korban terbesar kaum muslimin. Meliputi ulama, kyai, dan santri. Partai komunis Indonesia tercatat dalam sejarah melakukan upaya makar tiga kali,”ungkapnya membuka acara.

Tercatat pemberontakan komunis terjadi pada tahun 1927, 1948, dan 1965. Inisiasi pemberontakan pada tahun 1965 oleh D.N Aidit dan Letkol Untung. Beberapa peristiwa ini mengakibatkan trauma kolektif yang berkepanjangan kepada umat Islam. Sebab umat Islamlah yang menjadi sasaran atas kekejaman dan kebrutalan mereka.

“Sejarah juga mencatat sepanjang lebih dari 70 tahun komunis berkuasa di dunia telah melakukan pemberontakan di 75 negara. 28 yang berhasil dan 47 yang gagal. Pemberontakan 3 kali gagal di Indonesia,”tambah KH Sulaiman.

Lalu pesannya lagi, Ulama sebagai bagian kaum muslimin dan uyunul ummah, wajib mencegah ideologi yang merusak ini terulang kembali. Sebab, ada beberapa indikasi penguasa yang berusaha untuk menenggelamkan sejarah kelam. Dan menjadikan kaum muslimin sebagai tertuduh dan seolah-olah salah dalam pemberontakan G30S PKI.

“Indikasi Kedua, rezim ini berusaha memberikan peluang kepada komunis untuk muncul kembali di Indonsia. Ketiga, kemesraan hubungan antara rezim yang ada dengan pemerintah komunis China. OBOR dan migrasi besar-besaran warga China di Indonesia,”bebernya.

Komunisme merupakan bagian dari kemusyrikan. Sedangkan permusuhan kepada orang Islam paling keras dari orang musrik, selain Yahudi. Umat islam harus waspada dari bangkitnya komunisme.

Komunisme dan sosialisme adalah ideologi buatan manusia yang terbukti betapa besar mudharat dan mafsadat. Kebiadaban dan kebrutalan komunis sudah terbukti. Bahkan menyebabkan kerusakan dan penderitaan.

Beliua kembali menceritakan jika selama hampir 70 tahun berkuasa, partai komunis membantai sekitar 120 juta. Korban paling banyak di China sekitar 77 juta. Itulah sikap kebrutalan mereka.

Tak hanya itu, ada persolan selain komunis, juga kapitalisme-sekular-demokrasi. Ideologi kapitalisme yang sedang diterapkan di dunia.

“Ini juga ideologi yang rusak dan merusak. Cirinya serakah. Kerusakan juga dirasakan di Indonesia. Kekayaan alam begitu melimpah dikusai segelintir orang oleh para kapital. Inilah menyebabkan kemiskinan tersistematis,”jelasnya.

Akibat lainnya, Hukum milik pemilik modal, sehingga ulama yang amar ma’ruf nahi munkar dipersekusi. Syariat Islam dalam muamalah tidak bisa diterapkan dalam hidup. Kedua ideologi ini gagal dan memberikan mudharat bagi manusia.

“Inilah pentingnya kembali kepada Islam kaffah. Tidak bisa kaum muslim bergantung kepada mereka,”serunya di agenda multaqa yang disaksikan dan dihadiri ulama, kyai, habaib, dan santri secara virtual.[hn]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …