Kita Saat ini di Era Mulkan Jabriyyan (Penguasa Diktator)

Makassar, (shautululama) – Kajian rutin bulanan Majelis Kajian Islam Kaffah (Kifah) di Masjid Baiturrahman Biringkanaya, (Kamis,10/02/2019), kali ini mengupas tentang periode kekuasaan menurut Islam. Ustad Kemal Idris, Pengasuh Majelis Kifah, mengawali dengan mengutip Al Quran surah Al Isra (80), Allah SWT berfiman :

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّ اَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

“Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).”

Demikian ayat yang disampaikan oleh Ustad  Muh. Kemal Idris mengawali uraiannya pada majelis Kajian Islam Kaffah (Kifah). Pada kajian bulanan bakda maghrib ini, beliau Ustad Kemal, mengupas khusus tentang periodisasi Kekuasaan dalam Islam.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “Periodisasi ini terdapat dalam Hadist Riwayat Ahmad, yakni masa Nubuwah (kenabian), kemudian masa khilafah yang mengikuti metode kenabian, kemudian masa kekuasaan yang menggigit (mulkan aadhan), kemudian kekuasaan diktator (mulkan jabarian), kemudian kembali masa khilafah yang mengikuti metode kenabian”, ungkapnya.

Beliaupun menguraikan bahwa, “Masa kenabian telah berakhirnya setelah wafatnya Rasulullah saw, demikian juga masa khilafah Rasyidah yang berlangsung sekitar tiga puluh tahun juga sudah berakhir, kemudian masa kekuasaan menggigit telah berlangsung dan berakhir dengan runtuhnya khilafah pada tahun 1924, kemudian masa kekuasaan diktator yakni sejak runtuhnya khilafah hingga sekarang, kemudian nanti akan muncul kembali masa khilafah yang mengikuti metode kenabian.”

“Berarti saat ini kita berada pada masa kekuasaan diktator”, kata beliau.

Lalu beliau menyandarkan pernyataannya pada pendapat Syaikh Hisyam al-Badrani tentang pemimpin diktator yakni pemimpin yang menegakkan hukum-hukum kufur di negeri-negeri kaum muslim… (Hisyam Al-Badrani, an-Nizham as-Siyasi ba’da Hadm al-Khilafah, hal. 38). Kemudian beliaupun sampaikan ciri-ciri pemimpin diktator itu menurut nash-nash yang ada.

Dan yang penting kata beliau, adalah bagaimana menyikapi keberadaan pemimpin seperti itu di era mulk al-jabariy (kekuasaan diktator), maka merujuk pada petunjuk Rasulullah saw adalah menjauhkan diri dari mereka sesuai hadits Hudzaifah ra (HR. Muslim, tidak mendengar dan mentaati mereka karena memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah, tidak membenarkan kebohongan mereka dan membantu kedzalimannya sesuai hadits tentang imarat as sufaha, yang tidak kalah pentingnya adalah juga berdoa kepada zat yang menciptakan dan mengatur seluruh mahluknya Allah swt, agar terhindar dari keburukan mulk al jabariy (pemimpin diktator) pada masa-masa munculnya berbagai fitnah yang menimpa umat Islam. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *