Kiprah Ulama Cinta Negeri, Multaqa Ulama Aswaja Kab Bogor: Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Kadzaliman, Terapkan Islam Kaffah

Kab. Bogor, (shautululama) – Genap setahun sejak para ahli menyatakan masuknya virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 masuk ke Indonesia awal Januari 2020 lalu, Forum Komunikasi Ulama Aswaja Kabupaten Bogor kembali menggelar Multaqo Ulama Aswaja pada hari Sabtu, 2 Januari 2021 secara daring dan disiarkan langsung melalui channel Youtube Bogor Berkah

Sebagai bentuk ihtimam bi amril muslimin yang senantiasa menjadi perhatian Forum Komunikasi Ulama Aswaja Kab. Bogor, juga merupakan wujud rasa Cinta Ulama kepada Negeri Ini, Ulama Kabupaten Bogor Bersatu padu, Bahu membahu untuk menyatukan langkah memberikan solusi terhadap berbagai problematika Bangsa, mensikapi berbagai persoalan kehidupan yg dihadapi bangsa ini. Para ulama tidak ingin negeri ini terpecah belah, hanya karena ulah pemimpin dzalim hasil pemilu demokrasi yang telah menyengsarakan rakyat.

Ini merupakan bentuk perwujudan keseriusan ulama dalam mengawal berjalanya pemerintahan agar sesuai dengan apa yg dikehendaki Alloh SWT Sang pencipta yang maha tahu akan solusi problem kehidupan manusia.

Ulama sebagai garda terdepan mengambil peran penting dalam mengurusi urusan umat yg mana memang amanah ilmu ada di pundak Ulama, dengan menyampaikan kalamnya dalam bentuk pandangan pandangan, persepsi persepsi, seruan hukum syara terkait berbagai persoalan kehidupan.

Acara diawali tepat pukul 09.00 WIB. dengan pembukaan oleh Ustadz muda Abu Alka dari Forum Ulama Aswaja Kabupaten Bogor diiringi Qira’atul Qur’an, oleh Ust Komarudin Abu Zaki, Ulama Aswaja Cibinong. Acara dilanjut kan dengan sambutan dari shahibul hajah KH. Muhyidin, Pengasuh Pondok Pesantren An Nur Pamijahan.

Dalam sambutannya shahibul hajah mengajak para ulama untuk senantiasa muhasabbah terhadap berbagai persoalan, terutama yang terjadi baru baru ini serta berbagai problematika yang masih mendera negeri ini, antara lain kriminalisasi ulama dan aktifis islam bahkan sampai pembunuhan yang keji tak berperikemusiaan.

 

Kalimah minal ulama yang pertama disampaikan oleh Kiyai Arif B Iskandar, Pengasuh Ponpes An Nahdhoh Bogor, dimana pondok yang beliau asuh lebih fokus mendalami kepada pengajaran Bahasa Arab dan Syakhsiyah Islamiyah, agar tercetak generasi penerus bangsa yang berkepribadian Islam dan berwawasan kenegaraan yang luas. Beliau menyampaikan kalimah minal ulama tentang“Akhir Tahun 2020, Muhasabah untuk Umat dan Pemimpin, Mengingatkan Berbagai Nikmat Allah SWT, dan Penerapan Islam Kaffah sebagai solusi fundamental problematika umat” Diakhir pemaparannya beliau menutup dengan pernyataan “TOLAK KAPITALISME-DEMOKRASI, CAMPAKKAN KOMUNISME”

Selanjutnya KH. Cecep Sonhaji M.Ag. Pimpinan Yayasan Pendidikan Darul Khoeriyah Lw. Liang menyampaikan kalam
“Kewajiban Dakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, bahwa Dakwah Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim, terutama para ulama dan keutamaan menyampiakan nasehat kepada pemimpin zhalim terhadap rakyat.”

Diakhir pemaparannya beliau juga menutup dengan pernyataan “DISINTEGRASI HARAM, TOLAK SEPARATISME”

Kiyai Ari Permana yang merupakan motor penggerak para kiyai kiyai pejuang di Sukajaya disela kesibukan beliau mengasuh dipondok pesantren, melanjutkan dengan menyampaikan tema “haramnya pemisahan wilayah (separatisme), karena Islam mewajibkan kesatuan umat berdasarkan aqidah Islam dan Khilafah bukan berdasarkan kapitalisme demokrasi, dan negara bangsa”. Di akhir pemaparannya beliau menutup dengan pernyataan “DEMOKRASI MENYENGSARAKAN, TOLAK KAPITALISME SEKULER”

Kalimah minal ulama berikutnya disampaikan oleh KH. Ikhwanul Hakim. Beliau sangat dikenal sebagai pemangku Ratibul Hadad, Sebagai pimpinan Majlis Majmu’atul Amanah beliau juga sebagai ketua Forum Komunikasi Ulama Aswaja Ciomas. Beliau memaparkan seputar “Kegagalan ideologi kapitalisme- demokrasi, dankomunisme, yang hanya menghasilkan banyak pemimpin korup dan zhalim, tidak amanah kepada rakyat, dan lebih mementingkan oligarki asing dan aseng. Serta konsep negara bangsa dalam mengurus rakyatnya diantaranya kebobrokan penanganan wabah Covid 19 dan kezaliman terhadap ulama dan aktifis Islam yang tulus ikhlas menasihati penguasa”Diakhir pemaparannya beliau juga menutup dengan pernyataan “TINGGALKAN KAPITALISME-DEMOKRASI, CAMPAKKAN KOMUNISME”

Kiyai Yunan Abu Hilmi, pembina dua Majlis besar yakni Majlis Al Muhajirin dan Majlis Islam Kaaffah diantara kesibukan beliau sebagai pengajar di Sekolah Tahfidz Khoiru Ummah berkesempatan menyampaikan tema “Perjuangan Menegakkan Khilafah identik dengan Ulama, Kebangkitan yang hakiki dari kemerosotan sistem kehidupan sistem kufur menuju kebangkitan Islam, Sistem Islam.”.

Di akhir pemaparannya beliau menutup dengan semangat “SAATNYA KHILAFAH MEMIMPIN DUNIA”

Ulama Kasepuhan Bogor diusia yang sudah kepala tujuh, Kiyai AA Syamri rencananya akan ikut menyampaikan kalimah minal ulama. Beliau adalah seorang Ulama Kharismatik. Majlis Pancaran Amal yang beliau pimpin tidak hanya diikuti oleh jamaah sekitar Gunung pancar dan Babakan Madang, namun dihadiri jamaah dari kalangan kiyai berbagai daerah. Pada setiap Multaqo yang diadakan selama ini beliau tidak pernah absen mengikutinya, namun pada kesempatan kali ini beliau berhalangan hadir dikarenakan banyaknya agenda dakwah yang tidak bisa beliau tinggalkan.

Rencananya beliau akan menyampaikan tema “Ulama adalah garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Khilafah di Nusantara ini, Ajakan kepada ulama yang lain agar berjuang dan bergabung dalam satu barisan Dakwah Islam.” Namun beliau menyampaikan salam takdzim kepada para alim ulama yang hadir dan menyampaikan permohonan maafnya atas absennya beliau untuk acara kali ini melalui santrinya ust. Abu Alka yang juga merupakan MC acara ini.

Kalimah minal ulama dipungkasi oleh kehadiran Ulama Aswaja Ciomas, Kiyai Adhi Maretnas yang merupakan Pimpinan Majlis Islam Kaffah. Beliau juga seorang Mudir Pondok Pesantren Modern yang santrinya ribuan dikawasan Bogor. Seorang Ulama Siyasiyun dan pengamat politik yang kiprahnya tidak diragukan lagi. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan tema “Perjuangan Penegakan Khilafah Di negeri kita memiliki landasan syar’i, dan secara historis Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan Khilafah Islamiyah”, dan diakhir paparannya beliau menutup dengan pernyataan: “ULAMA SE NUSANTARA BERJUANG TEGAKKAN ISLAM KAFFAH”

Pernyataan sikap ulama dalam Multaqo Ulama Aswaja kali ini dibacakan oleh ulama aswaja Parung KH. Haris Iskandar yang dengan semangat diikuti oleh seluruh peserta Multaqo
Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ki Sarmili Yahya, Ulama Aswaja Parung.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …