Kitab Suci AlQuran Tidak Bisa Dipisahkan Dengan Negara

Surabaya, (shautululama) – “Jangan pisahkan Al Quran dari kekuasaan, dari negara,” adalah salah satu hikmah Nuzulul Quran 1441 H yang disampaikan KH. Yasin Muthohhar di programa spesial Karomah Spesial Nuzulul Quran pada Ahad (10/05) bakda waktu tarawih, yang diselenggarakan oleh Kaffah Channel. Kyai Yasin, begitu beliau sering dipanggil, adalah Pengasuh Ponpes Al Abqary Serang Banten, sebagai satu-satunya pembicara tamu.

Event spesial yang dipandu secara apik oleh dua orang host dengan saling bergantian tersebut mempersembahkan kajian spesial dengan 5 Pembicara Spesial, semuanya merupakan pengisi rubrik Karomah Fajar (pukul 05.00-06.00) atau Karomah Sore (pukul 15.45-17.15 WIB). Total Narasumber Karomah sejumlah 14 orang.

Berturut-turut para asatidz pengasuh Karomah yakni Ustadz Muhammad Saiduddin dengan topik ‘Al Qur’an, tidak ada keraguan di dalamnya’, Ustadz M. Ihsan Abdul Djalil memaparkan tema “Al Qur’an Solusi dan Inspirasi Kehidupan”, disambung oleh Ustadz Abu Zaid yang menyampaikan topik “Membangun Keluarga Qurani”, lalu Ustadz HUTRI (Founder_ Majlis Gaul) yang menjadi representasi kaum milenial, memilih tema ‘Smart Teens With Qur’an Lifestyle’, dan terakhir Gus Azizi Fathoni menjelaskan topik “Mulia Karena Al Qur’an”.

Pembicara Tamu Spesial Kyai Yasin menjelaskan secara mendalam tema sentral “Dengan Al Quran Kita Bangun Peradaban Baru yang Gemilang”. Diawali dengan tamsil orang yang menghidup-hidupkan Sunnah Rasulullah saw, ibarat orang yang terselamatkan bersama kapal Nabi Nuh.

Saat ini, negara-negara sekuler kapitalis seperti Italia, Inggris dan bahkan Amerika Serikat tidak berdaya menghadapi virus berukuran nanometer. Sistem kesehatan dan kekayaan mereka yang selama ini mereka banggakan, lumpuh. Selama ini, seolah arogansi hegemoni mereka tidak bakal surut.

Kyai Yasin juga menggarisbawahi ungkapan ustadz HUTRI sebelumnya yang perlu melakukan instal Al Quran bagi kalangan milenial. Kyai Yasin menambahkan, instal Al Quran tidak saja khusus untuk milenial, tapi kita semua harus melakukannya. Sekaligus juga melakukan un-instal kapitalisme pada saat bersamaan.

Kyai Yasin sekali lagi menggunakan metafora ketika menjabarkan hikmah Nuzulul Quran, Al Quran seperti poros sedangkan negara ibarat rodanya. Negara tanpa Quran tidak akan bisa langgeng, sedangkan Al Quran tanpa negara hanya sebatas ajaran moral. Oleh karena itu, jangan pisahkan Al Quran dari kekuasaan dan negara.

Setelah menyampaikan hikmah Nuzulul Quran, Kyai Yasin juga berkenan menutup peringatan Nuzulul Quran online tersebut dengan membacakan doa penutup yang menggetarkan jiwa.

Karomah Spesial ini juga disiarkan secara _live streaming_ di akun facebook KaffahChannel.id (8.304 reached, 4.600 viewers, 564 comments) maupun kanal Youtube Kaffah-Channel. Viewers-nya mencapai 1.586 orang (watching now) dan 12.000 viewers (playback), dengan tambahan subscriber 1400 orang menjadi 3.690 subscribers. Selain itu, juga di-relay Abqary TV Banten, Brobat.id Pasuruan, Hidup Berkah TV Malang dan Multaqa Ulama Aswaja TV Surabaya. [] rif

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …