KH. Muhammad Yasin, PP Al Fattah Mumbulsari Jember, “Demokrasi Itu diputuskan dengan Suara Terbanyak, Bukan Terbenar”

Jember, Jatim (shautululama) – Pondok Pesantren Al-Fattah Mumbulsari Jember, Jatim menyelenggarakan acara halal bi halal bertajuk : “Syawwalan 1440H Bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat” Ahad 23 Juni 2019.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri lebih dari 100 undangan, hadir pula Pimpinan Majelis Ta’lim Afwaajaa, Ustadz Abdurrohim. Beberapa tokoh Masyarakat Jember lain yang nampaknya Ustadz Muhammad Mashuri, Kepala Bina Rohani salah satu Rumah Sakit di Jember, KH. Imam Sanusi.

Sebagai pembawa acara Ustadz Izzat Muttaqin menyampaikan maksud tujuan acara ini, kemudian dilanjutkan oleh pembicara tunggal pada acara Syawwalan tersebut yakni, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah, KH. Muhammad Yasin.

KH. Muhammad Yasin merupakan orang yang dihormati dan disegani oleh masyarakat, karena selain berwibawa, KH. Muhammad Yasin akrab sekali dengan mayarakat.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah KH. Muhammad Yasin, selalu menyerukan kepada masyarakat untuk kembali kepada syari’ah islam, termasuk pada acara Syawwalan ini.

Dalam ceramahnya pada acara Syawwalan, KH. Muhammad Yasin mengutip ayat Al-Qur’an Surah Al An’am:57.

“Inil hukmu illa lillah, Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, jadi yang berhak membuat hukum itu Allah, bukan manusia” kata KH. Muhammad Yasin

“Allah mengutus Rasulullah Saw untuk menyampaikan pesan-pesan kepada saya dan anda semua, yakni syari’ah hukum-hukum Allah” Lanjut KH. Muhammad Yasin

Selain menyinggung soal syari’ah islam dalam konteks individu sebagai muslim, KH. Muhammad Yasin juga menyinggung sistem pemerintahan demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

Menurut beliau, sistem demokrasi yang diterapkan saat ini ini bukan dari Islam, tapi dari orang kafir, Plato dari Yunani.

“Dalam demokrasi, yang diambil itu adalah suara terbanyak, bukan suara terbenar”, kata KH. Muhammad Yasin.

KH. Muhammad Yasin mencontohkan, dalam sistem demokrasi untuk memutuskan suatu kebijakan dalam pemerintahan yang diambil adalah suara terbanyak bukan suara kebenaran, meskipun kebijakan itu salah, asalkan banyak yang mendukung maka itu jadi benar.

Acara ditutup dengan bacaan do’a oleh KH. Muhammad Bachri, tokoh sepuh masyarakat Mumbulsari. [aB]

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *