KH. Muhammad Asrori Muzakki, FKU Jakarta,  Menegakkan Khilafah adalah Kewajiban Kita Umat Islam

Jakarta, (shautululama) – Dalam Acara Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantara Ahad 11 Muharram 1442 H / 30 Agustus 2020, dengan tema Menatap Masa Depan Pasca Pandemi Corona, Tinggalkan Kapitalisme, Demokrasi, Komunisme menuju Islam, Kyai Asrori, panggilan akrab KH Muhammad Asrori Muzakki meyampaikan bahwa forum Multaqa ini adalah tempat berkumpulnya para ulama yang mukhlisin. Ulama yang concern dengan urusan umat,  mukhtammin bi umuril al ummah

Dalam forum tersebut beliau menegaskan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam, juga merupakan ajaran ahlussunnah wal jama’ah. Semua imam madzhab yang empat telah bersepakat tentang wajibnya mengangkat seorang imam atau Khalifah. Beliau juga menegaskan bahwa kewajiban tersebut adalah hukum syara, hukum Allah SWT, bukan berdasarkan hukum yang ditetapkan oleh akal dan hawa nafsu manusia. Beliau menguip penegasan Imam al-Hafidz Abu Zakaria An Nawawi dalam Syarah Muslim juz 6 hal 291 yang menyatakan, “ Para Sahabat berijma’ bahwasanya wajib bagi kaum muslimin untuk mengangkat seorang Khilafah, dan kewajiban berdasarkan hukum syara, bukan berdasarkan akal.

Kyai Asrori juga menekankan bahwa, “Khilafah adalah taj al-furud (mahkotanya  kewajiban),  yang harus diperjuangkan oleh kita semua umat Islam, dan memperjuangkannya tentu akan memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.  Dan dengan  tegaknya khilafah tersebut tentu akan merupakan  amal jariyah bagi umat dan ulama yang ikut serta dalam memperjuangkannya.

Pada forum tersebut Kyai Asrori juga menjawab kegamangan sebagian elemen bangsa ini tentang khilafah. Misalnya bahwa khilafah itu adalah ancaman. Beliau menegaskan bahwa Khilafah bukanlah ancaman bagi negeri ini. Khilafah adalah sumbangsih dari elemen bangsa untuk negerinya tercinta,  negeri yang mayoritas islam ini, agar keluar dari cengkeraman dan dominasi Kapitalisme-demokrasi  serta terjerembabnya bangsa ini kembali ke dalam kubangan kebrutalan dan kekejaman komunisme.

Beliau menyatakan dengan bahasa yang lugas, namun dengan nada santun dan penuh tawadh-dhu’, khas gaya ulama akherat, bahwa  dengan Khilafah negeri ini akan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Syaratnya kita harus mengalihkan kiblat negeri ini dari Kapitalisme Amerika dan juga Komunisme negara Cina.

Dengan pandemi covid-19 ini,  membuka mata kita bangsa Indonesia bahwa Amerika dan negara-negara Eropa nyaris tidak berdaya,  bahkan babak belur menghadapi pandemi ini. Begitu pula dengan komunis China.  China sama sekali tidak berdaya, bahkan nyaris porak poranda. Selain tuntutan internasional terhadap komunis China untuk bertanggung jawab terhadap pandemi covid-19, dan perang dagang dengan AS, Komunis China juga sedang menghadapi gelombang pengangguran yang luar biasa, kelangkaan bahan pokok, bencana alam yang terus menerus dan silih berganti , dll yang dampaknya sangat luar biasa. Dengan kondisi semacam ini bagaimana mungkin negeri kita berkiblat kepada negeri mereka, bahkan menjadikan mereka sebagai penyelamat bangsa kita? Kalaupun kita masih tetap berkiblat kepada mereka, maka selamanya kita akan tetap di bawah hegemoni jajahan mereka. Agar negeri ini merdeka dengan kemerdekaan yang hakiki, maka negeri ini harus melakukan perubahan yang sebenarnya, yaitu perubahan yang mengantarkan penghambaan hanya kepada Allah SWT.

Menurut Kyai Asrori, momentum Muharram 1442 H, adalah momentum yang bagus untuk menuju perubahan yang sebenarnya, yakni perubahan untuk negeri kita tercinta, perubahan bangsa Indonesia, perubahan umat islam di negeri ini. Saat inilah saat yang tepat untuk melakukan perubahan yang hakiki. Kyai Asrori mengajak pada para ulama, dan umat Islam di negeri kita untuk meninggalkan keterkungkungan dan ketergantungan Kapitalisme, serta menghindarkan bangsa ini untuk terjerembab di lembah hitam kekejaman dan kebrutalan Komunisme, khususnya Komunisme  China.

Pada forum multaqa tersebut Kyai Asrori mengajak bangsa ini, untuk sama-sama songsong perubahan masa depan ini dengan Islam, dengan sistem yang berasal dari Allah SWT, pencipta manusia, alam dan kehidupan ini. Tentunya sistem yang datang dari Allah ini lebih baik, lebih adil, lebih mensejahterkan, dan lebih memanusiakan manusia. Sistem ini adalah sistem Islam, Khilafah Islamiyah yang telah terbukti mensejahtarakan umat manusia, dan menjadi marcusuar dunia lebih dari 13 abad, sistem diwariskan oleh manusia terbaik, Rasulullah SAW.

Dalam multaqa kali ini, Kyai Asrori juga mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa dalam tahun ini ada momentum politik, yakni penyelenggaraan Pilkada serentak dan setelah itu tahun 2024 akan ada Pilpres. Untuk itu Umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, agar  jangan sampai tertipu, dan jangan mudah tergoda dengan pepesan kosong. Umat melalui bimbingan Ulama harus tetap fokus dalam perubahan yang hakiki dan perjuangan untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah.

Beliau mengakhiri nasehat, pesan serta wasiat dengan menyampaikan bahwa dalam forum ini Ulama ASWAJA Nusantara juga menegaskan bahwa Jejak Khilafah di Nusantara adalah suatu fakta yang tidak terbantahkan. Negeri kita tercinta ini secara syar’I adalah begian yang tidak terpisahkan dari negeri Islam, dan secara historis merupakan bagian Kekhilafahan Islam. [AF/hs]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …