KH. Mualim Sulaiman : Memuhasabah Pemimpin Wajib!

Banua Anam, (shautululama) – Beragam peristiwa telah mewarnai negeri ini hingga tak terasa telah berada di penghujung tahun 2020. Mulai dari pandemi Covid-19 yang melanda selama setahun, ditambah permasalahan lainnya yang muncul akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang dinilai tidak tertangani dengan baik.

Akibat pandemi Covid-19, banyak perusahaan kecil dan besar yang terpaksa menutup sementara produksi mereka. Dan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar besaran dimana-mana. Hal ini berdampak kepada perekonomian masyarakat. Sayangnya bukannya mencegah Covid-19 memasuki nusantara, diawal kemunculannya, disaat semua negara melakukan lockdown, negeri ini malah mempersilahkan wisatawan asing untuk tetap berkunjung ke Indonesia.

Bahkan di tengah pandemi, negeri ini gaduh dengan kabar disahkannya UU Omnibuslaw. Entah berapa banyak pihak mulai dari mahasiswa, buruh, dosen, dan pakar yang mengkritisi dan tidak setuju. Namun meskipun banyak penolakan, para wakil rakyat di Senayan tetap mensahkannya.

Terakhir, sakit hati rakyat dibuat makin pedih dan tercabik dengan tertangkapnya Menteri Sosial, Juliari Batubara oleh KPK karena terbukti melakukan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) pandemi covid-19. Belum lagi kriminalisasi ulama yang sepanjang tahun ini banyak terjadi. Entah sudah berapa banyak ulama dan aktivis yang bersuara lantang kepada pemerintah, berakhir dengan penahanan menggunakan UU ITE yang dianggap banyak pihak sebagai pasal karet berbahaya.

Meski menghadapi ancaman kriminalisasi, Ulama Hulu Sungai Utara, Muallim KH Sulaiman Ilsa menegaskan peran ulama tetap penting dalam memuhasabah pemimpin. Selain itu ulama harus terus menggaungkan amar ma’ruf nahi mungkar apapun ancaman risikonya. Karena menurut Mualim Sulaiman, risiko dunia tidak sebanding dengan risiko yang akan ditanggung di akhirat kelak apabila meninggalkan kewajiban dakwah.

“Kita sebagai ulama maka hendaklah menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar, terlebih kepada pemimpin, Allah telah memperingatkan bahwasanya orang yang memiliki ilmu namun tidak menyampaikannya maka ia akan di azab sebelum para penyembah berhala menerima azabnya.” Ujar Mualim KH Sulaiman Ilsa dalam acara Multaqo Akhir Tahun Ulama Aswaja Banua Anam Kalimantan Selatan, Jumat (25/12/2020).

Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Ulamagurunda ini, beliau juga mengajak kepada umat untuk turut menjalankan dakwah karena tugas dakwah bukan hanya tugas para Ulama.

“Allah telah mengatakan bahwa kita adalah sebaik-baik umat, maka sebagai Umat terbaik kita dituntut untuk menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar, bukan hanya menyampaikan tapi juga dengan pengamalan, sedang peran utama para Ulama selain membimbing umat ialah menasehati pemimpin”. Ungkap salah satu putera pendiri Pondok Pesantren Rasyidiah Khalidiyah (Rakha) Amuntai ini.

Dalam acara yang mengangkat tema, ‘Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Pemimpin Dzalim, Terapkan islam kaffah’, Ulama sepuh Amuntai ini juga mengingatkan bahwa dakwah harus terus dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Namun jangan sampai hanya membenci kemungkaran dengan hati karena itu baru selemah-lemahnya iman seorang muslim.

“Sebagai Umat muslim kita diwajibkan untuk mencegah kemunkaran dengan perbuatan, jika tak mampu dengan perbuatan maka cegahlah dengan lisan, jika tak mampu maka hendaklah mencegahnya dengan hati, maka itulah selemah-lemahnya iman, namun janganlah sampai kita memilih untuk mengambil pilihan menjadi umat dengan selemah-lemahnya iman.” Nasihat KH Sulaiman di akhir pemaparannya.
[]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …