KH.Abu Zaydan, Lc.M.E.Sy, S.Pd.I, “Campakkan Kapitalisme Demokrasi Untuk Kebaikkan Negeri Ini”

Pekanbaru, (shautululama) – Multaqa Ulama Aswaja Melayu – Riau, Kamis, 16 Juli 2020 secara daring melalui channel youtube, Melayu Bersyariah mengulas tentang “Menatap Masa Depan Dunia Pasca Corona”. Topik ini diambil karena sistem kapiltalisme demokrasi yang digunakan untuk menggelola negara ini, dari waktu ke waktu tidak menampakkan perubahan kearah perbaikan. Tapi justru semakin terpuruk, dengan hutang ribawi yang terus bertambah hingga batas yang sulit dilunasi negara.

Hadir sejumlah ulama, kyai, pengasuh ponpes di Melayu diantaranya KH. Abu Zaydan, Lc.M.E.Sy, S.Pd.I, Mudir Ma’had Lisanul Arab, Pekanbaru. Beliau mendapatkan ihtirom dari panitian untuk menyampaikan kalam minal ulama tentang “Sudah Saatnya Kaum Muslim Meninggalkan Ideologi Kapitalisme-Komunisme Menuju Sistem Islam”

“Demokrasi-Kapitalisme bukan berasal dari Islam. Ideologi ini merupakan akar persoalan yang dihadapi umat saat ini. Agar umat terlepas dari persoalan yang membelit mereka, maka tidak ada jalan lain selain umat harus segera mencampakkan ideologi ini”, tegas Kyai Abu Zaydan.

Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT untuk mengeluarkan manusia dari zulumat kepada nuur. Makna dari zulumat ini adalah apa-apa selain dari Islam. Sedangkan cahaya adalah Islam itu sendiri. Namun faktanya, banyak para ulama yang mengajak masuk dan terjebak kedalam zulumat. Perlu diketahui bahwa Kapitalisme, Sosialisme dan demokrasi adalah diantara zulumat yang dijelaskan oleh Allah SWT. Dimana letak kesesatannya?

Salah satunya meletakkan kedaulatan ada di tangan rakyat (Assyiyadatul Li’sya’bi). Hak Allah sebagai hakim, diambil oleh manusia. Maka jelas kapitalisme bertolak belakang dengan Islam dan wajib untuk meninggalkannya. Melalui AlQuran Surat al-Maidah ayat 50, Allah SWT bertanya kepada manusia,

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah bagi orang-orang yang meyakini?”

Mereka membatasi Islam hanya sebatas ibadah ritual semata. Hak Allah sebagai Maha Pengatur mereka persempit hanya seluas masjid dan dalam tataran hablum minallah.
Maka menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan hak Allah sebagai Dzat Maha Pengatur, dengan cara menerapkan Islam secara Kaffah dalam sebuah institusi pemerintahan yakni khilafah ‘alamanhaj Nubuwwah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …