KH. Abdulloh Amroni, Arah Perjuangan dakwah harus jelas, yakni untuk terapkan syariat Islam secara kaffah, melalui tegaknya Khilafah.

Tapal Kuda, Jatim (shautululama) – Ulama yang merupakan pewaris para nabi harus berada di garda terdepan untuk membimbing ummat, menuju perubahan yang hakiki yakni penerapan syariah islam secara Kaffah melalui institusi Khilafah. Tausiyah tersebut beliau sampaikan oleh KH. Abdulloh Amroni, Pengasuh Ponpes Kyai Sekar Al Amri Leces Probolinggo, dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda.

Dengan tajuk “Peran Strategis Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Umat Dari Bencana Melanda Negeri, Waspada Adu Domba Umat, Tolak Kedzaliman, Terapkan Islam Kaffah”, yang disiarkan secara Live streaming di Channel Youtube Bromo Bermartabat. (Selasa, 9 Februari 2021)

Dalam Sambutannya beliau menyampaikan, bahwa ditengah wabah Pandemi yang belum juga usai, negeri ini diguncang bencana yang seperti tak kunjung reda, ditenggarai selain faktor alam juga akibat pengelolaan yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan para kapitalis serta tidak mengindahkan lingkungan.

Bencana banjir bandang yang terjadi di Kalimantan Selatan,Tanah longsor yang terjadi di Jawa Barat serta banjir diwilayah Pasuruan Baru saja terjadi, yang akibatnya membuat penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyat. Beliau juga mengingatkan bencana yang tidak kalah besarnya adalah tidak diterapkannya hukum Allah.

Di tengah bencana itupun pemerintah menerbitkan PerPres No. 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme, yang berisi tentang “polisi” melatih sipil untuk mewaspadai terorisme dan ekstrimisme, yang ini akan berdampak pada terjadinya friksi yang semakin parah di masyarakat, maka wajib waspada terhadap hal ini.

Sementara itu juga pejabat di negeri ini tidak memperhatikan kondisi yang ada, bahkan mereka menunjukkan tiada moralitasnya, kapasitas, integritas. idealismenya sudah semakin lenyap. seharusnya pejabat bertugas melayani rakyat justru mereka malakukan perbuatan tercela yang dipertontonkan, seperti skandal korupsi Jiwasraya, Bansos Covid 19, Asabri, BPJS dan masih banyak lainnya

Lebih parah lagi adalah masih adanya kedzaliman rezim terhadap Islam, Ulama, dimana aktivis dakwah Islam harus mendapatkan penjelasan dan sikap dari para Ulama. Dakwah menuju kepada perubahan harus diserukan sebagai bentuk kecintaan kita, pada negeri kita dan bentuk tanggung jawab untuk menjaga keutuhan negeri Islam yang terbesar ini, Dan bukan hanya itu dakwah ini juga menunjukkan secara visual ihtimamnya terhadap masalah umat Islam di negeri ini.

Kyai Amroni meneruskan keterangannya perihal kemuliaan, kesejahteraan dan keadilan yang dapat diraih umat Islam bilamana mereka menjunjung tinggi hukum-hukum Islam yang ditegakkan melalui khilafah.

“Pada saat Khilafah Islamiyyah tegak selama 1300 tahun, di situ telah ditunjukkan pada dunia, pada umat bahwasanya kekuasaan Islam Khilafah Islamiyyah pelindung satu-satunya dan penjaga terpercaya terhadap agama ini, terhadap umat Islam bahkan seluruh umat manusia,” ujar Kyai Amroni.

Maka arah perjuangan dakwah harus jelas, yakni untuk terapkan syariat Islam secara kaffah, melalui tegaknya Khilafah, dimana ulama yang merupakan pewaris para nabi harus berada digarda terdepan untuk membimbing ummat, menuju perubahan tersebut, dengan diterapkannya islam secara kaffah melalui institusi khilafah maka akan terwujud rahmatan lil ’alamin.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …