Kapitalisme-Demokrasi dan Komunisme Sistem Gagal Lagi Mahal, Saatnya Islam Memimpin Dunia

Bekasi, (shautululama) – Alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT serta rahmat-Nya telah terselenggara agenda Multaqa Ulama Aswaja Bekasi (Ahad 21 Juni 2020) dari pukul 08.00 sampai selesai menjelang Dzuhur, dengan tema “Kita Tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi tolak Sosialisme-Komunisme Sambut Islam dan Khilafah”.

Pada agenda Multaqa ini alhamdulillah telah dihadiri oleh 50 undangan yang terdiri dari alim ulama dengan semangat pasca hari kemenangan Idul Fitri 1441 H melalui media daring (online).

Agenda ini menyajikan sederetan ‘kalimah minal ulama’ (berupa tausiah, wejangan), menorehkan  semangat perjuangan dalam rangka menyambut terbitnya Khilafah ‘alã minhâjin Nubuwah yang tak lama lagi akan segera tiba.

Penyampaian pertama “kalimah minal ulama” yaitu dari KH. Muhammad Asrori Muzakki (Ketua Koordinator Forum Komunikasi Ulama Aswaja DKI Jakarta). Beliau menyampaikan bahwa kondisi saat ini, khususnya negeri tercinta Indonesia, tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi justru sebaliknya kebobrokan yang sedemikian rupa itu sedang berlangsung. Disinggung juga oleh beliau terkait pandemi Covid 19 yang mana dari pemerintah dalam mengatasinya lebih mementingkan ekonomi daripada keselamatan nyawa rakyatnya. Menurut beliau, ini semua berpangkal dari diterapkannya demokrasi sebagai sistem yang tidak berasal dari Islam.

Demokrasi melahirkan sistem yang korup dan subur memberikan kesempatan besar menguntungkan pihak-pihak pemilik modal. Sehingga sistem demokrasi pada saat ini merupakan sistem yang berbiaya besar.

KH. Muhammad Asrori Muzakki menyerukan kepada para alim ulama untuk aktif mendukung perjuangan penegakkan syari’at Islam dalam naungan Khilafah, karena sistem saat ini sudah menampakkan kerusakannya di tengah-tengah masyarakat. Beliau mengajak para alim ulama bersatu agar kuat mewujudkan perubahan menuju Islam, mengajak sebagai pelaku aktif perubahan bersama barisan pejuang khilafah yaitu Hizbut Tahrir.

Setelah pembicara pertama dari Kiyai Asrori Muzakki, dilanjutkan kalimah minal ulama oleh Ulama atau tokoh berikutnya yaitu: Ustadz H. Yus Darnius (Tokoh Masyarakat dan Ketua Perkumpulan Ranah Minang Se-Bekasi ), Kyai Ahmad Junaidi (Mudir Ma’had Darul Mustofa Mesir), KH. Miqdad Ali Azka (Pengasuh Pondok Pesantren Nida al Haar), KH. Mahmudin Hafidz (Pengasuh Pondok Pesantren Tamrinus-shibyan), Ustadz Iman Sutarman (Muballigh Pondok Melati), Ustadz Din Yonastan (Ulama Jatimulya Bekasi), dan Ustadz Tatang Suryaman (Pembina PP Nida al-Haar). Tampak hadir pula Ustad Saepulloh, S.Ag. (Ulama Bantargebang, Bekasi), Ustadz Shihabuddin (Ulama Pondok Melati,Bekasi), Ustadz Imron Nasution (Asatidz Lembaga Dakwah AsySyam).

Dilanjutkan dengan pernyataan sikap yang disampaikan oleh KH. Abu Nabila (Pembina Majelis Taklim Baitul Khair) dan sebagai penutup acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Ustadz Mahfud.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …