Kajian Bulanan Majlis Amanah Malang, Islam Mengatur Seluruh Aspek Kehidupan

Malang, (shautululama) – Kabul “Kajian Bulanan Majelis Amanah”, yang digelar Sabtu, 16 Februari 2019, ramai dipenuhi peserta.

Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB oleh Pembawa acara Ustad Isa Ansori dengan membaca Ummul Kitab

Dilanjut pembacaan Al Quran Bil Tartil Surat Al Mujadallah ayat 7-13 oleh Ustad Syaiful Lutfie. Para peserta dengan khitmat mendengarkan serta menghayati lantunan kalam ilahi ini.

Sesi pertama Kajian bulanan kali ini dibuka dengan hangat oleh Kyai Abdul Aziz Ketua MUI Kec. Tirtoyudo Kabupaten Malang, dengan membawakan materi “Tholabul Ilmi”.

“Hari ini sudah memasuki zaman akhir. Orang yang mencari ilmu itu dimudahkan jalannya menuju surga, ketika sudah berilmu maka harus di amalkan”, ungkap Kyai Abdul Aziz.

Lanjut beliau, ketika Ilmu diamalkan maka seluruh mahluk yang bernyawa akan memintakan ampunan kepada Allah.

Orang yang berilmu adalah pelita umat di dunia dan akhirat. Kemaksiyatan jarang adanya karena alim ulama menjalankan amar makruf nahi mungkar. Hari ini banyak yang menjauh dari alim ulama

Maka Allah akan menghilangkan barokah dari apa yang dilakukan.
Di zaman Rasulullah umat Islam lebih banyak melakukan aktifitas ibadah, karena keberkahan dalam setiap aktifitasnya.

“Adanya pemimpin yang dzolim seperti saat ini karenanya jauh dari ulama. Orang yang jauh dari ulama akan meninggal dalam keadaan jauh dari iman. Naudzubillah!”, ungkap Kyai Abdul Aziz

Maka dari itu, marilah kita mengkaji Ilmu dengan menghadiri kajian-kajian para alim ulama, tentunya ulama yang menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, bukan ulama su’ yang menjerumuskan.

“Di zaman akhir ini, banyak diputarbalikan fakta, yang benar dianggap salah, yang salah dijunjung tinggi”, sambung Kyai Abdul Aziz

Sesi kedua disampaikan tausiyah oleh Kyai Musthofa Abu Fajar, Pengasuh Majelis Ta’lim Amanah.

“Mencari Ilmu hukumnya wajib bagi seorang muslim. Jika tidak diupayakan maka berdosa. Ada dua ilmu yg wajib kita pelajari pertama Ushludin kedua ilmu Hal

Sementara Ilmu sains teknolgi dll hukumnya fardhlu ain

Bertambahnya ilmu harus menambah ketaqwaan kepada Allah SWT


Orang yang berilmu akan tetapi semakin menjauh dari Allah maka tidak berkah ilmunya,

Seperti Snouck Hurgrondje mempelajari Islam bukan untuk mencari keberkahan melainkan sebaliknya untuk menghancurkan dan menyesatkan umat Islam.

Fakta hari ini ada yang namanya sekularisme, memisahkan agama dari kehidupan. Seolah agama hanya di tempat ibadah tidak untuk mengatur kehidupan.

Islam mengatur segala hal dari Ekonomi, Sosial, bahkan Politik karena sejatinya politik atau siyasah dalam Islam adalah mengatur segala urusan umat dengan syari’at.

“Hari ini kita sebagai umat Islam di Indonesia apakah sudah diatur dengan hukum-hukum Allah SWT secara menyeluruh?” , tanya Kyai Mustofa.

“Tentu belum”, jawab hadirin

“Kita mencari ilmu agar semakin bertaqwa kepada Allah, mengharap hidayah-Nya” , sambung Kyai Musthofa Abu Fajar [AU]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *