KAJIAN AHAD PAGI MASJID SABILIL MARZUQIN: INGKAR TERHADAP SYARIAT ALLAH MENYEBABKAN KEKUFURAN

0
426

Magetan, (shautululama) -Kajian rutin Ahad Pagi 14 April 2019 di Masjid Sabilil Marzuqin Gorang Gareng Magetan disesaki oleh jamaah. Mereka menyimak hingga akhir taushiyah Ustadz Ahmad Nadhif, yang membalah kitab Taysir fi Ushulit Tafsir Surah al-Baqarah ayat 34.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Mengutip Syaikh Atha Abu Rasytah, penulis kitab yang dibahas, Ustadz Nadhif menjelaskan bahwa perintah Allah untuk sujud kepada Adam _’alayhissalaam_ adalah perintah wajib, bukan sekedar sunnah. Indikatornya adalah bahwa sujud merupakan ibadah, dan hanya dikhususkan pada Allah semata. Jika perintah Allah untuk sujud pada Adam tidaklah bernilai wajib, maka tentu malaikat yang bersujud pada Adam jatuh dalam kemaksiatan bahkan kekufuran.

Karena perintah tersebut bernilai wajib, maka ketika Iblis tidak melaksanakan perintah tersebut, maka sesungguhnya ia telah bermaksiat kepada perintah Allah.

Hanya saja, lanjut Ustadz Nadhif, kemaksiatan Iblis ini dibarengi dengan keingkaran. Yaitu, Iblis menganggap bahwa perintah Allah tersebut adalah perintah yang keliru. Iblis beralasan bahwa ia lebih baik daripada Adam karena ia diciptakan dari api sementara Adam hanya dari tanah. Itulah yang menjadikan Iblis divonis kafir oleh Allah ta’aalaa.

Ustadz Nadhif memberi pesan agar para jamaah jangan sampai mengikuti langkah Iblis dengan meninggalkan syariat Allah dan menganggap syariat Allah tersebut tidak layak untuk diterapkan di muka bumi di zaman ini. Padahal, syariat Islam berlaku sejak zaman Nabi Muhammad hingga kelak akhir zaman, di belahan dunia manapun. Menurut beliau, risalah Islam, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, ketika diterapkan justru akan membawa rahmat bagi manusia.

Demikian, kajian berlangsung khidmat hingga berakhir sekitar pukul 7.00 WIB. Selanjutnya, para jamaah mengakhiri acara dengan sarapan nasi pecel khas Gorang Gareng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here