Jokowi Ditantang Kirim Bantuan Militer ke China

Banjarmasin, (shautululama) – Pimpinan Ma’had Darul Ma’arif Banjarmasin, Ustad Wahyudi Ibnu Yusuf, menantang Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk menggirimkan bantuan militer ke Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), untuk membantu kaum muslimin di Uighur, yang didholimi penguasa Cina.

“Wahai Jokowi, jadilah laki-laki sejati meski sehari!”, ungkap beliau dalam acara Tabligh Akbar “Selamatkan Muslim Uighur”, di Masjid Besar At taqwa, Jl. A. Yani Km 4,5 Banjarmasin, Selasa (01/01/19).

Lebih lanjut beliau menyampaikan, “Anda pemimpin negara muslim terbesar dunia, Anda memiliki tanggung jawab terbesar dibanding negeri muslim lain. Anda yang paling akan ditanya pengadilan akhirat, tentang apa yang Anda telah lakukan untuk menolong kaum muslimin di Uighur. Anda punya tentara, yang siap diberangkatkan,” tegas Wahyudi dengan suara lantang di hadapan ratusan jamaah.

Meski digelar saat hari libur tahun baru, tabligh akbar ini dibanjiri peserta dari berbagai daerah di Banjarmasin. Hal ini sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap penindasan dan pembantaian terhadap kaum muslim etnis Uighur di Xinjiang, Cina.

Ustad Wahyudi dalam tausiahnya juga mengajak jamaah untuk melakukan dua “D” lainnya, yakni doa, dan demonstrasi.

“Sebenarnya lebih tepat dengan istilah unjuk rasa, tapi karena ingin mempaskan dengan huruf D, maka saya sebut demonstrasi,” urai Ustad Wahyudi, saat mengajak jemaah untuk terus bergerak mendorong pemerintah bersikap tegas.

Beliau membacakan Quran Surat Al Anfal ayat 72 menegaskan, bahwa menolong kaum muslim Uighur, adalah sebuah kewajiban, sehingga aktivitas 3D (Doa, Donasi dan Demo) harus terus dilakukan, termasuk gencar menyuarakannya lewat media sosial, dengan menggunakan gawai masing-masing.

“Gunakan jempolnya, apabila ada berita tentang muslim Uighur, share, like, dan channel youtubenya disubcribe. Mudahan jempol kita akan menjadi saksi di akhirat, dalam memenuhi panggilan saudara kita di Xinjiang”, harap Ustad Wahyudi.

Menutup tausiahnya, Ustad Wahyudi menegaskan, bahwa perlu ada Khilafah Islamiyah, imam kaum muslimin sedunia, untuk menyelamatkan kaum muslim Uighur, dan umat Islam lainnya yang sedang tertindas di berbagai belahan dunia.

“Pemimpin, khalifah, adalah benteng pelindung dan perisai bagi kaum muslimin. Kita berperang di belakangnya, dan berlindung di baliknya, siapa namanya hadirin?” tanya Ustad Wahyudi kepada jamaah, serentak hadirin menjawab Khalifah, seraya bertakbir Allahu Akbar!.

Lalu beliau bercerita tentang Khalifah Al Mu’tashim Billah, “Dalam lintasan sejarah, keberadaan Khilafah sangat berperan dalam menjaga kemuliaan umat Islam. Seperti peristiwa penaklukan kota Ammuriyah di Turki oleh Khalifah Al-Mu’tashim Billah, hanya karena ada seorang muslimah yang dilecehkan”, terang beliau.

Kandidat Doktor dari perguruan tinggi Agama Islam di Kota Banjarmasin ini, juga menyerukan kepada para ulama, tentang wajib dan urgennya menyampaikan pentingnya penegakan Khilafah.
“Kalau ide Khilafah hanya dikantongi, kapan umat akan siap?” pungkas Ustad Wahyudi.

Selain Ustad Wahyudi, beberapa ulama dan tokoh masayrakat ikut memberikan tausiah, beliau adalah Ustad Soleh Abdullah, Ustad Abrar Harun dan Ustad Rudi Firdaus Ahmad.

Pada tabligh akbar kali ini juga dilakukan penggalangan donasi Solidaritas Untuk Muslim Uighur dari para jamaah. Alhamdulillah terkumpul donasi sebesar Rp. 18.202.900. Donasi ini akan disalurkan kepada kaum muslim Uighur yang sedang mengungsi di negara lain.

Dalam tablig akbar ini juga diputarkan audio rekaman mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Mesir, asal Uighur, yang menceritakan kebenaran adanya tekanan rezim RRT kepada keluarganya. Hal ini sekaligus membantah apa yang disampaikan pemerintah Cina, bahwa tidak ada penyiksaan etnis muslim Uighur di sana. (al/sir/hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *