Jelang Vonis Kyai Heru Ilyasa, Doa dan Dukungan Mengalir dari Seluruh Indonesia

Mojokerto, (shautululama) – Hari ini, Rabu (30/10) adalah hari pembacaan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mojokerto atas terdakwa Kyai Heru Ilyasa dengan dakwaan pelanggaran UU ITE.

Meskipun tuntutan Jaksa Penutut Umum 3 bulan, Penasihat Hukum Kyai Heru Ivan berharap justru bebas murni. Hal ini karena memang Kyai Heri Ilyasa tidak bersalah, aktivitas yang dilakukan Kyai Heru Ilyasa adalah dakwah (amar ma’ruf nahi munkar), sehingga siapapun tidak boleh mengkriminalisasi aktivitas dakwah.

Tidak hanya banjir kunjungan tiap hari, yang berdatangan dari seluruh pelosok Jawa timur, tapi juga mendapat dukungan dan doa dari seluruh Indonesia.

Betapa besar dukungan pada kasus Kyai Heru Ilyasa ini, agar aparat membebaskan Kyai Heru Ilyasa. Sebut saja mulai dari Multaqa Ulama Kota Depok, Multaqa Ulama Kasepuhan, Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan, Multaqa Ulama Aswaja Bogor, dll yang menyerukan jangan ada kriminalisasi terhadap ulama. Apa yang dilakukan ulama sejatinya tausiyah dalam rangka amar makruf nahi munkar, saling mengingatkan.

Kemudian dari Multaqa Ulama Aswaja Tangerang Banten, mengkriminalisasi ulama yang berdakwah sebagaimana yang telah dilakukan rezim negri ini adalah bentuk kedzaliman dan kesewenangan.

Tidak ketinggalan dari Jawa Timur sendiri, Jamaah Rotibul Haddad Pesisir Pantai Selatan Tulungagung, menggelar multaqa (20/10). Kyai Ibnu Sahal sebagai pembicara menyatakan bahwa tindakan dzalim penguasa yang mengkriminalisasikan ulama, sejatinya bertujuan untuk membungkam suara kritis umat Islam.

Gus Ali Mujayyin Pengasuh Majelis Taklim Al Qolam Gresik mendoakan Kyai Heru Ilyasa,
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sebagai fitnah bagi kaum dzalim, dan selamatkan kami dengan rahmat-Mu dari tipu daya orang kafir.”

KH. Ahmad Jauhari Pengasuh Majelis Taklim Al Hikam Kediri mendoakan,
“Semoga kedzaliman ini segera sirna.”

Dari Banyuwangi, Ustadz Ahmad Dibyani menegaskan,
”Kami dan kaum muslimin bersama njenegan, Kyai Heru Ilyasa !”.

Dari kota dingin Malang, Kyai Bahron Kamal pengasuh Majelis Taklim Ihya’ul Qulub, mengatakan,

”Umat Islam bagaikan satu tubuh. Maka, pembelaan dan solidaritas untuk Kyai Heru Ilyasa wajib adanya.”

KH. Yasin Pengasuh Pesantren Al Fattah Jember memberikan kesaksian,
“Kyai Heru Ilyasa adalah salah satu ulama waratsatul anbiya, maka hentikan segala bentuk tuntutan dan bebaskanlah beliau.”

Senada dengan hal itu, KH Juhaedi Pengasuh Majelis Taklim Gading Serpong, Tangerang mengatakan bahwa,
“Kyai Heru Ilyasa itu ulama yang ikhlas, haram dikriminalisasi, wajib dibebaskan”, ungkapnya.

Dari Madura Kyai Lukman Haris Rahman, menyuarakan,
”Kriminalisasi ulama adalah bentuk kedzaliman. Padahal yang memperjuangkan kemerdekaan juga para ulama !”

Demikian dukungan dari para ulama di Indonesia, dan masih banyak lagi doa dan dukungan dari seantero Indonesia. Baik melalui media sosial, facebook, whatsapp, atau lainnya berupa video, meme atau lainnya.(rif/hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *