JANGAN MEMBODOHI UMAT DENGAN MENGGANTI KATA KAFIR DENGAN NON-MUSLIM

Bandar Lampung, (shautululama) – Komunitas Pemburu Shubuh Bandar Lampung menggelar acara “Kuliah Shubuh” dengan tema “Mendudukkan Kata Kafir Dengan Tepat”, dilaksanakan pada Ba’da Shubuh pukul 05.00 bertempat di – Masjid Al Wutsqo, Way Halim, Bandar lampung, Ahad (10/3/2019) bersama Kyai Bustomi Al-Jawy.

“Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita kesempatan untuk meningkatkan amal kebaikan bagi seorang mukmin dan menjauhi amalan-amalan orang kafir agar kelak pantas dimasukkan Jannah yang telah dijanjikan”, ujar Kyai Bustomi membuka acara kuliah shubuh ini.

Amalan-amalan kafir termasuk juga ide-ide kufur seperti demokrasi itu menuntun kita kedalam nerakanya Allah SWT.

“Sebenernya ngomongin soal mukmin kafir sekarang ini ngeri-ngeri sedap, karena khawatir ditempeleng Menhan“, canda beliau yang disambut tawa para jama’ah.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa kata kafir dan mukmin adalah sebuah pemberitahuan yang dibertahukan oleh Allah SWT di dalam Alqur’an, kepada manusia agar manusia bisa memilih menjalani atau memilih menjauhi, sehingga keduanya memiliki korelasi dengan kehidupan akhirat, keduanya memiliki konsekuensi.

“Mukmin mendapat hadiah surga dan kafir mendapat hukuman neraka“, tegas beliau.

Kemudian beliau mengutip tulisan dari Prof. Rowas Qolah Jie dalam kitabnya Mu’jam Lughoh Alfuqoha yang memaparkan definisi dari kafir, yaitu : 1. siapa saja yang mengingkari Allah dan Muhammad saw adalah Rosulullah; 2. orang yang mengingkari ajaran apapun yang diketahui dengan pasti berasala dari Islam; 3. atau orang yang merendahkan kedudukan Allah atau risalah Islam.

“Saya khawatir terhadap orang yang mengingkari Khilafah bagian dari ajaran Islam dan juga mengingkari panji tauhid adalah panji rasulullah itu termasuk golongan orang kafir menurut definisi dari kitab tersebut“, ujar beliau.

Pada sesi akhir Kyai Bustomi menegaskan bahwa hanya orang kafir atau orang bodoh yang berusaha untuk mengganti kata kafir dengan kalimat lain agar bisa terus membodohi kaum muslimin.

Sebelum acara kuliah ditutup, ada seorang wanita yang maju ke depan, dengan disertai amarah melontarkan ungkapan-ungkapan kepada Kyai Bustomi sambil marah-marah.

“Pengajian itu yang adem,.. jangan yang memprovokasi!“ kata wanita tersebut.

Lalu dengan santai Kyai Bustomi menukil sebuah hadits yang redaksinya adalah sebagai berikut :

Dari Abu Dzaar, ia berkata, “Kekasihku Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku untuk mengatakan yang benar walau itu pahit, beliau memerintahkan kepadaku agar tidak takut terhadap celaan saat berdakwah di jalan Allah …. ” (HR. Ahmad).

“Ketika seseorang mengobati kulit dengan obat kulit, maka hanya kulit yang panuan saja yang merasakan sakit. Menyampaikan kebenaran dibaratkan obat kulit maka hanya mereka yang panuan yang kesakitan mendengar kebenaran“, pungkas beliau.

Usai dibacakan do’a, Ustadz Maryoto, S.Pd selaku MC kuliah shubuh mempersilahkan jama’ah untuk melakukan sholat isyroq dan dilanjutkan sarapan bersama.[rr]

About Shautul Ulama

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Sudah Saatnya Negeri Kita Terapkan Islam Secara Kaffah

Parigi, Moutung, Sulteng (shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No 30 tahun 2021 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *