Jangan Kita Mengaku Cinta Rasul SAW, Dalam Ucapan Tapi Sekuler Dalam Perbuatan!

Kabupaten Malang. (shautululama) – Hal tersebut disampaikan dengan tegas dan keras oleh KH. Abdul Qayyum atau yang biasa dipanggil Abah Qayyum kepada para jamaah dalam Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi saw., Senin malam (11/11/2019) di halaman Musholah Miftahul Jannah Kabupaten Malang.

Beliau mengingatkan, “Jangan sampai kita mengaku-aku cinta pada Rasul saw. dalam ucapan kita, tetapi sekuler dalam perbuatan. Rasul saw. disanjung-sanjung tapi syariatnya dibuang dan diinjak-injak. Ingat..! Cinta pada Rasulullah saw tidaklah cukup hanya dengan menyebut namanya, bershalawat padanya, tetapi yang paling penting harus meniru apa yang beliau saw. lakukan dan menjalankan seluruh syariat yang beliau saw. perintahkan. Itulah cinta yang hakiki pada Rasulullah saw.”

Dalam acara yang diawali dengan penampilan kesenian hadrah dan pembacaan tartil Qur’an oleh anak-anak jamaah Musholah Miftahul Jannah, Abah Qayyum menunjukkan ciri-ciri orang cinta pada Rasulullah saw adalah meniru, mencontoh, dan meneladani apa saja yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Mulai dalam persoalan ibadah, akhlaq, dan dalam segala bidang kehidupan termasuk sosial, ekonomi, politik bahkan dalam pemerintahan dan bernegara. Karenanya, sangat dzalim kita jika mengaku cinta Rasulullah saw. tetapi menolak syariat yang dibawa, tegas beliau.

Dalam hal kepemimpinan, Rasulullah saw adalah satu-satunya rule model pemimpin yang paling mencintai, peduli, perhatian, dan memikirkan kebaikan dan keselamatan umatnya.

Menjelang wafatnya beliau saw menanyakan kepada Jibril, kehormatan apa yang akan diperoleh oleh umat beliau? Kemudian Allah SWT melalui Jibril menyampaikan bahwa Allah SWT mengharamkan surga dimasuki oleh umat lain sebelum umat Muhammad saw masuk terlebih dahulu.

Bahkan, saat sakaratul maut beliau saw memohon do’a kepada Allah SWT agar Allah SWT meringankan sakitnya umatnya saat sakaratul maut, dan meminta agar sakit umatnya ditimpakan pada beliau saw, tetapi do’a ini ditolak oleh Allah SWT.

Saat hari pembangkitan, dimana beliau adalah manusia pertama yang dibangkitkan, yang pertama kali beliau tanyakan adalah “Dimana umatku..?” Beliau saw. juga tidak tenang saat berada di surga sebelum umatnya juga merasakan nikmatnya surga dan mengetahui bagaimana kondisi umatnya saat melalui shirotol mustaqim dan beliau berdoa “Ya Allah, selamatkan umatku..!”

“Adakah pemimpin saat ini yang seperti Beliau saw..?” tanya ulama dan da’i sekaligus murid dari Da’i Sejuta Umat, alm. KH. Zainuddin MZ ini, kepada lebih dari 200 jamaah Musholah Miftahul Jannah dan jamah Majelis Taklim Riyadus Shalihin serta warga sekitar yang hadir dalam Taligh Akbar ini.

Setelah menceritakan beberapa kisah bagaimana kecintaan dan perhatian Rasulullah saw. pada kita, umatnya, Abah Qayyum mengajak seluruh jamaah yang hadir dan warga sekitar yang tidak bisa hadir, namun bisa mendengar seruan beliau agar berusaha sungguh-sungguh mengimbangi dan membalas kecintaan Rasulullah saw tersebut dengan mencintai Beliau saw dengan sebenar-benarnya cinta. Termasuk mencintai dan melaksanakan syariatnya. “Kalau kita cinta Rasul, harus cinta syariatnya juga,” seru beliau sebagaimana tema Tabligh Akbar ini, Cinta Rasul Cinta Syariah.

Selain itu, beliau juga berpesan pada para ulama yang turut hadir dalam acara ini, diantaranya KH. M. Syukron, Pengasuh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Malang, Habib Syaichon Assegaf, Ustad Syaiful Mukminin, Pengasuh MT. Riyadush Shalihin, Ustad Hakim, Ketua Takmir Musholah Miftahul Jannah, dan beberapa tokoh dan sesepuh warga sekitar, Ulama warasatul anbiya’, ulama pewaris para nabi, artinya harus melanjutkan perjuangan para nabi.

Disamping itu juga harus mewarisi karakter para nabi. Misalnya, harus punya karakter nabi Zakaria yang siap mati di tangan umatnya. Harus memiliki karakter nabi Musa yang siap dan sabar dikejar-kejar oleh Fir’aun atau penguasa yang dzalim. Harus mewarisi keberanian nabi Ibrahim yang berani menantang kebathilan dan tidak surut meski dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrudz. Dan tentunya harus mewarisi dan memiliki karakter Rasulullah saw dalam setiap aktivitas dakwah beliau saw.

Disamping itu, kita juga harus menjaga, mengamalkan dan meneruskan warisan Rasulullah saw yaitu Al Qur’an dan Sunnah yang terwujud dalam syariat Islam secara kaffah. Sistem bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan pada Al Qur’an dan Sunnah, serta senantiasa menjaga, melindungi, dan mengikuti para ulama yang lurus dan istiqamah dalam mendakwah syariat Rasulullah saw secara kaffah.

Sebelum acara ditutup dengan memanjatkan do’a yang dipimpin oleh KH. M. Syukron, Abah Qayyum mengajak jamaah melantunkan shalawat pada Rasulullah saw secara bersama-sama dengan suasana yang khusyuk, dan tampak beberapa jamaah hingga meneteskan airmata. Kami cinta dan rindu padamu ya Rasulullah…. [] Oes

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *