Jangan Kendur, Ulama Tidak Boleh Takut Dakwahkan Syariat Islam

Banua Anam, (shautululama) -Di penghujung tahun 2020, Jumat (25/12/2020), telah terlaksana _Multaqo_ Akhir Tahun Ulama Aswaja se Banua Anam secara daring, dari pukul 20.30–23.00 WITA, yang diikuti para ulama, _kyai_ dan habaib dari berbagai kabupaten, serta dialirkan secara langsung di kanal youtube Ulama Gurunda TV.

Dilatarbelakangi ragam permasalahan yang melanda negeri ini, seperti upaya disintegrasi Papua Barat, pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di tengah pandemi, meningkatnya kasus Covid-19, ditambah dugaan kezaliman terhadap umat Islam yang semakin menjadi, dugaan kriminalisasi kepada habaib, ulama, dan _kyai_ yang kritis menasihati penguasa, mendorong kegiatan ini terlaksana, yang mengambil tema “Kiprah Ulama Cinta Negeri: Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Pemimpin Zalim, Terapkan Islam Kafah”.

Turut hadir sebagai pembicara, adalah Ustaz (Ust) Marhani Umar, S.Pd.I., perwakilan ulama dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di awal penyampaiannya, ia menanyakan adanya pembatasan kegiatan keagamaan di masa pandemi, sedangkan hal-hal lain terkait ekonomi dibiarkan, termasuk pelaksanaan pesta demokrasi, sebuah kebijakan yang dianggapnya kontradiktif.

Ust. Marhani juga berdoa, agar para ulama diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT, sehingga bisa terus berdakwah, membimbing umat, agar bisa membedakan antara hak dengan batil.

Ust. Marhani juga menegaskan, bahwa pada ayat-ayat Alquran serta hadis-hadis Rasulullah SAW, memiliki dua sisi perintah bagi umat Islam, yakni perintah melaksanakan amar makruf nahi mungkar, di sisi lain ada larangan melakukan berbagai kemaksiatan.

“Akan tetapi di tengah masyarakat, para pendakwah belum sempurna mengambil ke dua sisi tersebut,” ujar Ust. Marhani menyayangkan.

Karena menurutnya, terkadang ada yang hanya mengambil sisi menyeru kepada kebaikan, jarang untuk melarang kepada kemaksiatan. Ia memperkirakan, hal ini salah satunya dikarenakan takut akan ancaman dan tekanan, serta perasaan lelah di jalan dakwah.

“Oleh karena itu, semangat dalam memperjuangkan syariat jangan sampai kendur, hanya karena ketakutan dan lelah di jalan ini,” ajak Ust. Marhani memotivasi.

Pada akhir acara disampaikan pernyataan sikap dan nasihat Ulama Aswaja Kalimantan Selatan untuk kebaikan dan keberkahan negeri ini.

1. Wajib hukumnya bagi pemimpin muslim untuk menjaga keutuhan wilayah negerinya, dan haram membiarkan separatisme, serta menindak tegas para pelaku dan pendukungnya, baik di dalam dan luar negeri.

2. Wajib hukumnya menerapkan Syariat Islam secara kafah; agar keutuhan wilayah terjaga, dengan kepemimpinan yang adil, dan didukung oleh rakyat yang taat.

3. Mengutuk tindak pembunuhan, tindakan tanpa hukum atau _extra judicial killing_ yang diduga dilakukan aparat keamanan atas enam orang kaum muslimin, mendoakan kebaikan bagi yang wafat, dan menegaskan haram hukumnya membunuh mukmin tanpa alasan yang hak ( _syar’i_), dan harus diberikan sanksi setimpal sesuai Syariat Islam.

4. Menyampaikan nasihat kepada pemerintah di negeri ini:

a. Untuk meninggalkan sekulerisme, prinsip memisahkan agama dari kehidupan ( _fasluddin anil ayah_), sebagai dasar dari sistem kapitalisme-demokrasi-liberal. Sesungguhnya kebebasan ( _freedom, hurriyah_), khususnya kebebasan menentukan nasib sendiri ( _freedom to self-determination_) adalah buah dari demokrasi, yang hakikatnya adalah jeratan berbahaya untuk pemisahan wilayah (separatisme) yang senantiasa didukung kekuatan asing, sebagaimana telah terjadi dalam kasus lepasnya Timor Timur tahun 1999 melalui referendum.

b. Untuk menolak Demokrasi, Sistem Kufur, haram untuk mengambilnya, menerapkannya, menyebarluaskannya. Demokrasi telah melahirkan rezim sekuler radikal, pemimpin, dan undang-undang zalim yang tidak akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para ulama, tokoh, dan intelektual, untuk memberikan pembelaan dan dukungan moriel kepada seluruh pengemban dakwah Islam. Dan bersama-sama untuk terlibat dalam dakwah _li

Husain, [28.12.20 06:06] istinafil hayatil islamiyyah_, berjuang demi terwujudnya _izzul islam wal muslimin_ melalui penerapan syariat Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah _‘alaa minhajin Nubuwwah_.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …