Jalsal Ammah Ulama Aswaja Bersama Masyarakat Kab. Tangerang, “Perjuangan Menegakkan Syariah Islam Sudah Dilakukan Sejak Dulu oleh Para Ulama dan Umat Islam di Negeri ini

Tangerang, (shautululama) – Ahad,17 Rabiul awal 1440H/25 November 201M. Bertempat di Majelis Miftahul Falah,Tigaraksa asuhan Al Mukarrom Kyai Miftahuddin, alhamdulillah telah terselenggara Jalsah Ammah ‘Ulama Aswaja bersama masyarakat Kab.Tangerang. Majelis yang diselenggarakan rutin tiap bulan ini mengangkat tema “Meneladani Kepemimpinan Rasul Saw”.

Acara diawali sambutan dari Shohibul Bait Al Mukarrom Kyai Miftahuddin. Beliau mengawali sambutan dengan bertanya kepada jama’ah. Apakah pantas menjadi umat Nabi Saw. sementara kita tidak mencontoh Nabi ?
Uswah yang harus kita ikuti itu : aqidah Nabi, syari’ah yang dibawa Nabi secara kaffah tanpa mengimani sebagian dan mengingkari sebagian yang lain.
Lebih lanjut beliau menambahkan, mencontoh Nabi juga harus hijrah dari kufur kepada iman, juga hijrah dari sistem kufur kepada sistem yang diridhoi Alloh SWT yaitu sistem Islam.

Pembicara selanjutnya disampaikan oleh Al Mukarrom Ustad Drs. H. Uji Gunawan, Mubaligh dari Cikupa. Beliau menyampaikan kalau seseorang itu akan dibangkitkan kelak bersama orang yang dicintainya. Maka dengan mencintai Nabi, mencintai para Shahabat dan ‘Ulama akherat mudah-mudahan kita dikumpulkan dengan orang-orang sholeh tersebut.

Beliau menyampaikan kalau orang kafir saja sekelas, Michael Hart, seorang ahli sejarah, sekaligus penulis buku tersohor dari AS, menjadikan Nabi Muhammad Saw nomor wahid dari 100 tokoh berpengaruh dunia.

Harusnya pernyataan jujur dari Michael Hart tersebut menjadi bahan berfikir bagi kaum muslim untuk mencontoh kepemimpinan Nabi, disamping alasan keimanan. Jangan sampe mengaku cinta Rasul tapi menolak syari’ah, menolak Al Liwa dan Ar roya juga menolak Khilafah, karena semua itu adalah Ajaran yang dibawa Rasul Saw.

Pembicara selanjutnya disampaikan oleh Al Mukarroh Ustad Drs. Syaparudin, Mubaligh dari Cukang Galih. Beliau mengajak kepada jama’ah mari kita berjuang menegakkan syari’ah dan khilafah. Karena tidak ada cara lain untuk menyelesaikan permasalahan kondisi umat saat, kecuali hanya kembali kepada syari’ah Allah, yang dibawa oleh Rasul Saw.

Inti dari perjuangan para Nabi itu ialah kalimah Tauhid. Landasan Nabi Saw sebagai Tauladan adalah QS.Al Ahzab : 21. Untuk itu berkenaan dengan kondisi umat dan kepemimpinan, hendaklah kaum muslim dapat mengambil Nabi Saw sebagai teladan.

Saat ini di Indonesia ada pemimpin yang dilahirkan dan ada pemimpin jadi-jadian. Nabi bukan hanya pemimpin spiritual tapi juga pemimpin negara/pemimpin politik.
“Nabi itu pejuang syari’ah yang gigih, Nabi mencontohkan dakwah dan jihad. Perlu dicatat bahwa perjuangan menegakkan syari’ah Islam itu sudah sejak jaman dahulu, dilakukan oleh para ‘Ulama dan kaum muslim di negeri ini”, tegas beliau.

Pembicara selanjutnya adalah Al Mukarroh Ustada Muhadi, Pengasuh Majelis Miftahu Sa’adah, Panongan. Beliau menyampaikan bahwa yang berjuang memerdekakan Indonesia itu adalah para ‘ulama. Oleh karena itu, mari kita mendengarkan arahan para ‘Ulama untuk menyelesaikan persoalan negeri ini.

“Adanya bencana itu disebabkan adanya kemaksiatan yang dilakukan manusia”, ungkap beliau, sambil mengutip firman Alloh SWT QS.Ar Rum : 42.

Lalu beliau bercerita tentang dakwah bersama HTI.
“Saya kurang lebih selama 5 tahun mengenal HTI dan berdakwah bersamanya. Saya banyak mengetahuai penerapan syari’at Islam, untuk itu bagi ‘ulama/orang ‘alim mari kita berdakwah bersama, takut itu hanya kepada Allah”, tegas beliau.

Pembicara selanjutnya disampaikan oleh Al Mukarrom KH. Zainul ‘Arifin, Pengasuh Majelis Bani Halimi, Jambe Pojok, Beliau mengawali dengan menceritakan riwayat Nabi Saw, mulai dari kelahirannya sampai aktifitas dakwahnya. Kyai Zainul menyampaikan kalau tidak mau mendakwahkan Islam itu termasuk maksiat.

Lanjut beliau, iblis kafir itu bukan karena tidak mau sujud tapi karena sombongnya. Manusia ketika di alam ruh sudah bersaksi (berjanji kepada Allah), firman-Nya, QS. A’Araf: 172

“Bukankah Aku ini Tuhanmu ?” meraka (roh manusia menjawab : ” Benar ! kami telah menyaksikan”. Nanti di hari Qiamat agar kamu tidak mengatakan: bahwa “kami lalai terhadap hal ini”.

Semoga dengan tahunya kita pernah bersaksi kepada Alloh di alam ruh, menjadikan kita orang-orang yang ta’at kepada Syari’ah Nya.

#UlamaBersamaHTI
#KhilafahAjaranAhlusunnahWaljamaah
#Waspada2019
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntiIslam
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#JanganPilihPemimpinGagal

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *