Jalsah Ammah Ulama Aswaja Kab Bandung Barat, Isu Radikalisme Cara Kafir Penjajah Mempertahankan Hegemoni Atas Kita

Padalarang, (shautululama) – Bulan Rabiul Awal adalah bulan dimana Rasulullah dilahirkan. Bulan ini sering dijadikan momentum ummat untuk merefleksikan kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam, meneladani beliau dalam seluruh aspek kehidupan.

Bertepatan dengan momentum itulah Forum Jalasah ‘Ammah Ulama ASWAJA Kab. Bandung Barat mengadakan Talkshow dihadiri para tokoh dan ‘Alim Ulama di wilayah Kab. Bandung Barat. Bertempat di RM Jajaway tepat ditengah Danau Situ Ciburuy Kab. Bandung Barat.

Talkshow bertemakan “Pentingnya Pemimpin Ummat Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW” diawali video pembuka diskusi. Ust Furqon selaku narasumber utama mengawali sesi diskusi menegaskan kembali bahwa meneladani Rasulullah mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk kita mencontoh bagaimana Rasulullah memimpin umat.

H. Cintaka Alam, salah seorang tokoh Ulama Senior di Padalarang juga berkesempatan menyampaikan paparannya. Beliau memaparkan bagaimana monsterisasi syariat juga pernah terjadi pada masa lalu, dan inilah cara penguasa menaku-nakuti syariat Islam dengan label radikal.

“Setelah hadir dari kajian seperti ini kita harus lebih semangat dalam memperjuangkan cita-cita mulia ini (Syariah dan Khilafah)” Ujar beliau menutup paparannya.

Acara yang berlangsung dari mulai pukul 9.00 pagi ini berlangsung semakin hangat. Pada sesi berikutnya pemaparan diskusi disampaikan oleh Ust. Hadyo dari DKM Nurul Iman, Ngamprah.

Beliau memaparkan tentang fase dakwah Rasulullah yaitu Tafaul Ummah (interaksi dengan ummat) dan fakta radikalisme sebagai konsekuensi logis dari interaksi dengan ummat dan gesekan dengan ideologi lain.

“Latar belakang radikalisme ini adalah penjajahan (Imperialisme) untuk mempertahankan hegemoni” Ujar beliau pada pemaparannya.

H. Odin tokoh dari Padalarang mengatakan bahwa apabila kita jauh dari Al-Qur’an maka pasti akan jatuh juga.

Di akhir acara, ditutup dengan doa yang khidmat oleh Kiyai Caca dari Padalarang. Sebelum tamu beranjak pulang, para peserta disediakan hidangan makan siang sekaligus ramah tamah antar tamu undangan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *