Jalsah Ammah ‘Ulama Ahlusunnah Wal Jama’ah Bersama Masyarakat Tangerang, “Tolak Kriminalisasi ‘Ulam, Wajib Tegakkan Syariah Dan Khilafah”

0
488

Tangerang, (shautululama) – Jalsah Ammah yang diselenggarakan di Majelis Bani Halimi, Jambe Pojok,Tangerang, asuhan Almukarrom KH.Zainul ‘Arifin menghadirkan para ‘Ulama, Kyai Asatidz dan Tokoh Masyarakat, 24 Dzulhijjah 1440 H / 25 Agustus 2019.

Materi yang dibahas berkaitan dengan permasalahan keumatan yang sedang hangat terjadi yaitu kriminalisasi terhadap ‘Ulama dan menindaklanjuti hasil Ijtima ‘Ulama IV yang menegaskan wajibnya perjuangan penegakan syari’ah dan Khilafah untuk melangsungkan amar m’aruf nahi mungkar.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Shohibul Bait Al Mukarrom KH.Zainul ‘Arifin menyampaikan sambutan. Beliau mengingatkan bahwa dalam mengarungi bahtera dakwah ada resikonya, bukan hanya ‘Ulama ataupun Ustadz, Nabi pun mendapatkan ancaman pembunuhan dan sebagiannya berakhir pembunuhan terhadapnya ,seperti yang dialami oleh Nabi Zakaria AS yang dibunuh oleh kaum Bani Isroil. Namun yang pasti, siapapun pelaku kriminalisasi / persekusi ‘Ulama, Alloh akan menurunkan azadnya kepada mereka.

Selain itu, beliau mengingatkan kembali agenda perjuangan agar umat menindaklanjuti Ijtim’a ‘Ulama IV berupa keistiqomahan dalam perjuangan penegakan Syari’at Islam dan Khilafah. Karena itu, berbagai bentuk penyimpangan hidup di tengah umat manusia akan hilang dengannya.

Al Mukarrom Buya Rahmad Nur, Pengasuh Majelis Baiti Jannati JABODETABEK menyampaikan bahwa para pengemban dakwah akan senantiasa menghadapi ujian. Untuk itulah kita wajib bersatu untuk menghadapinya. Umat Islam ini pasti akan menang dan kebatilan itu pasti akan hancur. Kemudian beliau mengutip firman Allah SWT:
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Artinya :
“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (al-Isra’: 18)

Berbicara tentang kemenangan, Islam pernah menguasai hampir 2/3 dunia. Bahkan Romawi dan Persia yang pada saat itu berperan sebagai negara adidaya dapat tunduk pada Islam. Wajar saat ini dunia yang dikuasai oleh Kapitalis sangat takut pada Islam (Khilafah).

Jika Syari’at Islam diterapkan secara kaffah, maka ummat Islam akan dapat melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh oleh Daulah Khilafah. Solusi pencegahan perilaku jahiliyah yang terus bermunculan pada saat ini hanyalah Islam. Sudah menjadi rumus baku bahwa segala perintah Allah itu pasti benar dan mengandung kemaslahatan. Sebaliknya segala larangan-Nya pasti mengandung kesalahan dan kerusakan bagi manusia.

Selanjutnya Al Mukarrom Ustad Syamsul Mu’arif, Pengasuh Ponpes Abdul Aziz, Cikupa,Tangerang menyampaikan pendapatnya bahwa meskipun Ijtim’a Ulama IV tidak terjadi, perkara Khilafah itu sudah menjadi Ijm’a Ulama dan semua madzhab sepakat akan wajibnya mengangkat seorang Imam atau Khalifah, terkecuali Al Ashom yang tuli terhadap Syari’at.

Namun demikian, Ijtim’a ‘Ulama IV semakin menguatkan umat Islam bahwa dakwah dan perjuangan ini harus menuju kepada tegaknya Khilafah dan hal tersebut bukan identik dengan Hizbut Tahrir. Saatnya Ummat Islam harus menjadi subyek bukan obyek, yang hanya di butuhkan suaranya saja pada saat pemilu. Namun setelah usai ummat pun ditinggalkan.

Agenda penegakan Khilafah harus menjadi Qodhiyah Masyiriyah yaitu perkara yang utama. Khilafah itu bukan sekedar kebutuhan Ummat saat ini tapi karena Khilafah adalah janji Alloh dan Rosul Nya. Dimana membutuhkan konsistensi dan keistiqomahan di dalamnya untuk terus berdakwah memahamkan ummat.

Al Mukarrom Ust. Bahauddin, Pembimbing Ponpes Aya Shofiya, Cikupa, Tangerang memaparkan bahwa setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing-masing, yang dengan jalan itu ada yang menyelamatkan dan ada yang mencelakakan. Adapun jalan keselamatan adalah Al Islam.

Di saat sekarang ini menjalankan jalan yang lurus itu harus memiliki kesiapan mental disebut radikal, diskriminasi, intoleran dan sebagainya. Dengan Islamlah seseorang dapat mencapai Syurganya Alloh SWT dan kebahagian dunia itu hanya ada dalam sikap Istiqomah di jalur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here