JALSAH AMMAH BERSAMA ULAMA DAN KYAI MOJOKERTO, “Ketika Masa Khilafah Datang Tak Ada yang Bisa Menghalangi”

Mojokerto, (shautululama) – Ahad (9/12) Forum Jalsah Ammah bersama Ulama dan Kyai Mojokerto kembali digelar, di Rumah Makan Kembangan. Sejak pagi peserta sudah hadir memenuhi halaman rumah makan, dimana acara Jalsah Ammah ini digelar rutin tiap bulan.

Pada acara kali ini, Pembawa acara menjelaskan bahwa jalsah ammah kali ini spesial karena diadakan di minggu kedua, biasanya dilaksanakan minggu pertama. Hal ini karena pada minggu pertama yang lalu, banyak jamaah yang ikut acara Reuni Akbar, Bela Tauhid 212 di Jakarta. Jalsah Ammah mengambil tema Refleksi Reuni Mujahid 212, yang diisi dengan pandangan para ulama terkait dengan Aksi Bela Tauhid 212.

Gus Lukman mengumpamakan, “Hidangan yang enak, jika disajikan dengan kasar, maka tidak akan membuat orang tertarik. Begitu pula halnya dengan mendakwahkan Islam, mari menata hati untuk mendakwahkan islam secara kaffah, supaya semangat ukhuwah ini bisa dirasakan seluruh manusia”.

Berikutnya Ustad Qodhi mengingatkan para jamaah, “Selama kalian berada di jalan Allah dan Rasul-Nya, maka siapa saja yang memusuhi dan melawan kalian, maka kalian tidak bisa dikalahkan”.

Giliran berikutnya, Kyai Kharismatik yang juga aktif di media sosial, Kyai Maslikhan “RajaKhan”. Beliau menekankan bahwa setiap orang mempunyai ekspresi masing-masing dalam menyikapi Reuni Akbar 212. Ada yang jalan, bawa mobil, kereta bahkan carter pesawat. Hal ini menunjukkan kepada kita begitu dahsyatnya persatuan yang selama ini banyak pihak meragukan.

Abah Kholiq, Ulama FUIB (Forum Umat Islam Bersatu), dari Surabaya menjelaskan dengan berapi api bahwa, “Yang mengumpulkan umat islam di Reuni 212 adalah Allah. Jangan takut menyampaikan kebenaran, karena Allah berjanji akan menolong orang-orang beriman yang mau menolong agama Allah”, tegas beliau.

Kyai Mashudi, Mursyid Tarekat dari Pondok Pesantren Basmalah, Peterongan, memberikan wejangannya bahwa, “Orang yang sedang jatuh cinta itu ketika jauh terasa dekat dan berat terasa ringan. Inilah yang dirasakan umat islam hari ini. Mereka mulai mencintai islam dan ingin persatuan dalam kalimat tauhid”, pungkasnya

Kyai Abdurrahman Salam, Pondok Pesantren Al Anwar, Balong Lombok, berbagi pengalaman, ketika ikut Reuni 212 di Jakarta. Beliau menyampaikan, “Setelah umat bersatu lebih dari 10juta manusia di Monas, mari lanjutkan dakwah islam secara kaffah, bendera liwa dan raya telah kembali kepada pemiliknya dan selangkah lagi sistem islam khilafah akan kembali dipeluk umat dengan damai, maka jangan lelah berdakwah”.

Terakhir shohibul bait Kyai Heru Ilyasa menyampaikan sebuah pengingat bagi para pejuang maupun orang yang menghalangi dakwah. “Ketika datang waktu dhuhur tidak akan ada yang mampu menghentikannya, semua pake baju bersih bersiap sholat. Maka ketika datang masa khilafah siapa yang mampu menghentikan? Karena semua umat sudah menginginkannya. Kita hanya berdakwah untuk mendapatkan ridho Allah, sedangkan kemenangan islam semata-mata atas pertolongan Allah”, pungkas Kyai Ilyasa.

Acara berlangsung gayeng dan diakhiri dengan doa, photo serta makan bersama. Bagi jamaah yang belum sempat ikut kali ini, bisa hadir pada Jalsah Ammah bulan berikutnya. Inshaa Allah diadakan pada Januari 2019. (hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *