Jadilah Ulama Pelaku Perubahan

Jakarta, (shautululama) – Dalam Acara Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantar, Ahad 11 Muharram 1442 H / 30 Agustus 2020, KH Ahmad Junaedi memaparkan bahwa dakwah khilafah ini sedang naik daun, menjadi trending topic, sampai-sampai ada yang bertanya apakah Khilafah ini adalah ajaran Ahlus Sunah Wal jamaah? Jawabannya Tentu iya. Khilafah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tsaqafah Islam, khilafah termaktub dalam hazanah turas Islam dari generssi ke generasi, dari masa ke masa. Seorang Ulama madzhab Syafi’i, Ibnu Hajar Al Haitama as-Syafi’i, menegaskan bahwa kewajiban menegakkan Khilafah ini sebagai ahammul waajibat, kewajiban yang paling utama. Sebagian ulama menyebutkan sebagai taj al-furud, mahkotanya kewajiban. Jadi kwajiban adanya khilafah itu bukan hanya kewajiban biasa.

Para sahabat nabi ra telah berijma’ dalam nashbul imam, mengangkat seorang Imam, seorang khalifah. Ketika sayyidina wa maulana Rasulullah SAW wafat, para sahabat telah bersepakat untuk mendahulukan mengangkat seorang imam, seorang khalifah,  dari pada memakamkan jenazah suci nan mulia Baginda Rasulullah SAW. Dalam kitab-kitab turas Islam, yang sering disebut dengan kitab kuning, para ulama kita baik dari Sumatera, maupu Jawa disebutkan bahwa kewajiban menegakkan Khilafah adalah kewajiban yang utama, tajhul furud, mahkota kewajiban.

Pada kesempatan multaqa tersebut, Kyai Junaidi menceritakan pengalaman beliau bertemu dengan ulama-ulama di hampir semua wilayah Sumatera dari Semenanjung Aceh dan Lampung. Kebanyakan ulama yang beliau temui rata-rata sepakat bahwa menegakkan Khilafah adalah hukumnya wajib dan kewajiban yang utama.

Kyai Junaidi juga menegaskan bahwa kewajiban mengemban dakwah ini secara umum berdasarkan  QS Ali Imran: 104. Dan alhamdulillah tsumma alhamdulillah pemahaman tentang wajibnya khilafah ini lambat namun pasti telah diterima secara luas oleh umat Islam di negeri kita, Indonesia tercinta ini. Kalaulah ada perbedaan, perbedaan tersebut dianggap sebagai perbedaan yang biasa dalam khazanah Islam dan umat Islam. Perbedaan yang disyariatkan. Salah satu bukti bahwa ide khilafah ini telah diterima oleh masyarakat, terutama oleh ulama adalah ketika ada pihak-pihak yang melaporkan pengemban dakwah khilafah, ghafarallahu lana wa lahum, justru dukungan dan pembelaan datang mengalir tanpa henti dari para ulama dan Umat Islam di negeri kita tercinta. Kemudian sambil tersenyum, senyuman khas ulama yang menyejukkan kalbu, Kyai Junaidi berkata “mereka melaporkan kepada manusia, maka kami melaporkan  kepada pencipta manusia, Allah SWT”.

Bahkan  mereka yang tugas utamanya menjaga keutuhan negeri ini juga mendukung perubahan. Apalagi negara-negara kapitalis  AS dan eropa, gagap, dan nyaris tidak berdaya menghadapi pandemi covid-19, bahkan Komunis Cina lebih tragis lagi. Komunis China porak poranda, bahkan nyaris morat-marit menghadapi pandemi ini.

Alhasil saat ini kita tidak bisa berharap pada AS dan Uni Eropa untuk membantu negeri kita. Apalagi kepada Komunis China, lebih tidak mungkin lagi. Barat dan timur penganut ideologi buatan manusia tersebut tidak lagi bisa diharapkan. Hentikan harapan tersebut, karena harapan tersebut kurang masuk akal. Maka satu-satunya harapan dan satu-satunya jalan adalah berdikari, berdiri di kaki sendiri, tidak ada yang lain. Indonesia negeri yang kaya raya, gemah ripah loh jinawe. Maka apabila negeri ini dikelola dengan benar, shahih, tepat dan amanah maka Insya Allah negeri kita akan menjadi negeri adil dan makmur, toto tentrem kerto raharjo.

Pada forum tersebut Kyai Junaidi, sebagai bagian dari FKU Jakarta, mengajak kepada semua ulama dan umat Islam untuk menjadi agen perubahan. Untuk menjadi subyek perubahan  yang berkontribusi dalam proses perubahan dan mentasbihkan diri sebagai bagian dari sejarah perubahan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …